Anggota DPRD Pagaralam Pertanyakan Bio Solar Langka di Sumatera, Tapi Melimpah di Jawa

Writer: - Jumat, 10 Juli 2026
Anggota DPRD Kota Pagaralam dari Partai Gerindra, Dedi Stanza SH, menyoroti kelangkaan Bio Solar di sejumlah SPBU di Sumatera. Ia meminta pemerintah dan pihak terkait mengevaluasi distribusi serta pengawasan BBM subsidi agar penyalurannya tepat sasaran. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Pagaralam, Sumselupdate.com – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akibat sulitnya memperoleh Bio Solar di berbagai wilayah Sumatera kembali menjadi sorotan.

Anggota DPRD Kota Pagaralam dari Fraksi Partai Gerindra, Dedi Stanza SH, mempertanyakan perbedaan ketersediaan BBM subsidi tersebut setelah melakukan perjalanan dari Jakarta hingga sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Menurut Dedi, persoalan kelangkaan Bio Solar bukan sekadar antrean kendaraan di SPBU. Kondisi itu berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, distribusi barang, serta meningkatnya biaya operasional para pengemudi yang bergantung pada bahan bakar subsidi.

Melalui akun Facebook pribadinya, Dedi membagikan pengalamannya usai kembali dari Pulau Jawa. Ia mengaku melihat perbedaan mencolok antara kondisi SPBU di Jawa dan Sumatera.

“Saya baru pulang dari Pulau Jawa. Pertanyaannya simpel saja, kenapa kalau di wilayah Pulau Sumatera hampir semua SPBU BBM jenis Bio Solar sulit untuk didapat, dan kalau pun ada harus mengantre cukup panjang dan lama,” ujarnya.

Dedi mengatakan, selama melintasi Jakarta hingga sejumlah wilayah di Pulau Jawa, pasokan Bio Solar di SPBU yang ia temui relatif tersedia dan tidak terlihat antrean kendaraan.

“Nah, sebaliknya saya lihat sendiri di wilayah-wilayah Pulau Jawa, mulai dari Jakarta hingga melalui Jawa, semua SPBU hampir dipastikan BBM jenis Bio Solar pasokannya cukup banyak. Bahkan tidak ada mobil-mobil yang mengantre. Artinya, cukup mudah membeli BBM jenis Bio Solar,” katanya.

Perbedaan kondisi tersebut, lanjut Dedi, memunculkan pertanyaan mengenai pemerataan distribusi BBM subsidi antara Pulau Jawa dan Sumatera. Ia berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan agar masyarakat tidak terus menghadapi kesulitan memperoleh Bio Solar.

Menurutnya, terdapat tiga kemungkinan yang perlu dievaluasi. Pertama, jumlah SPBU di Pulau Jawa lebih banyak sehingga distribusi lebih merata.

Kedua, adanya perbedaan kuota Bio Solar antara Jawa dan Sumatera. Ketiga, kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam rantai distribusi BBM subsidi.

“Ada tiga asumsi yang saya pikirkan. Bisa jadi jumlah SPBU di Pulau Jawa memang lebih banyak, bisa juga kuota Solar antara Pulau Sumatera dan Jawa berbeda, atau jangan-jangan terlalu banyak penyimpangan suplai BBM jenis Bio Solar sehingga kebutuhan kendaraan pribadi dan angkutan umum menjadi sulit didapat,” ungkapnya.

Dedi menilai persoalan ini perlu mendapat perhatian serius karena Bio Solar merupakan bahan bakar utama bagi sektor transportasi, logistik, pertanian, hingga pelaku usaha yang menggunakan kendaraan bermesin diesel.

Gangguan pasokan, menurutnya, dapat berdampak pada kelancaran distribusi barang dan berpotensi memengaruhi biaya operasional serta harga kebutuhan masyarakat.

Ia pun mendorong pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi terhadap kuota, memperketat pengawasan distribusi, serta memastikan penyaluran Bio Solar tepat sasaran.

“Ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan Bio Solar untuk bekerja justru kesulitan mendapatkannya. Perlu pengawasan dan solusi yang nyata agar distribusinya tepat sasaran,” tegas Dedi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PT Pertamina Patra Niaga maupun instansi terkait mengenai pernyataan Dedi Stanza maupun penyebab perbedaan ketersediaan Bio Solar antara wilayah Sumatera dan Pulau Jawa. Sumselupdate.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak terkait.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts