Separuh Pasien Rehabilitasi Narkoba di Tiga Wlayah Ini dari Kalangan Pelajar

Jumat, 26 Juni 2020
Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Himawan Bagus Riyadi

Laporan Fran Kurniawan

Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau hingga akhir Juni 2020 tercatat ada 34 orang pecandu narkoba mengikuti rehabilitasi.

Read More

Dari jumlah itu hampir 50 persennya berasal dari kalangan pelajar SMP dan SMA sederajat di wilayah Kota Lubuklinggau, Kabupaten Mura, dan Kabupaten Muratara.

Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Himawan Bagus Riyadi menyebutkan, mereka yang direhab ada yang kesadaran sendiri, hasil razia, dan serahan dari Polres tiga wilayah.

“Jadi residen (pecandu) yang dirawat ini ada yang dari Mura dan Muratara, karena rehab di sini bukan hanya dari Lubuklinggau saja, namun separuhnya adalah pelajar,” ujarnya, Jumat (26/6/2020).

Dijelaskannya, penyebab orang menyalahgunakan narkoba dipengaruhi oleh dua faktor, pertama faktor rentan ekonomi dan kedua faktor rentan karena sosial. “Untuk rentan ekonomi karena kebutuhan hidup ada yang menawarkan akhirnya terlibat seperti jadi kurir narkoba. Kemudian rentan sosial biasanya pergaulan, contohnya ada residen kita satu keluarga bapak, ibu, dua-duanya pecandu narkoba,” ungkapnya.

Menurut Himawan, BNN sendiri memilik tiga pilar dalam pemberantasan narkoba. Pertama pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi. Ketiganya ini sama-sama untuk memutus suplai dan demand narkoba dimasyarakat.

“Pencegahan kita lakukan supaya orang yang belum terpapar untuk tidak menyalahgunakan narkoba. Pemberantasan apabila ada pengedar yang menyebabkan tindak pidana. Ketiga rehabilitasi atau mengobati para pecandu sehingga bisa pulih hidup normal kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Namun, BNN saat ini lebih fokus kepada kegiatan pencegahan dan rehabilitasi. Sebab untuk segi pemberantasan pihaknnya keterbukaan dari segi anggaran yang tidak sampai satu persen.

“Anggaran itu juga anggatan BNN Provinsi yang dititipkan ke BNK bukan anggaran kita sendiri. Jadi penindakan kita tidak begitu gencar, karena memang fokus kita untuk pencegahan dan rehabilitasi,” paparnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts