Jakarta, Sumselupdate.com – Produsen benang fiber optik asal China, Yangtze Optical Fibre and Cable (YOFC), merayakan satu dekade kehadirannya di Indonesia di fasilitas produksinya yang berlokasi di Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis (13/11). Hal ini sekaligus menandai peran YOFC dalam membangun infrastruktur digital dan mengurangi kesenjangan digital di Indonesia.
Sebagai produsen benang fiber optik global utama, hingga saat ini, YOFC telah menyuplai kabel optik sepanjang lebih dari 28.000 kilometer yang menghubungkan lebih dari 80 kota di Indonesia, mendukung akses internet cepat bagi hampir 2 juta rumah tangga.
“Dipandu oleh perspektif global dan keterlibatan lokal yang mendalam, kami telah tumbuh bersama komunitas, memperluas akses digital, mendorong inovasi teknologi, dan membangun kesejahteraan bersama,” kata Direktur Eksekutif sekaligus Presiden YOFC Zhuang Dan dalam keterangannya.
Pabrik pembuatan kabel fiber optik YOFC di Karawang mulai dibangun pada 2017, merupakan pabrik semacam ini yang pertama di seluruh Asia Tenggara, dan menyelesaikan perluasan kapasitas tahap kedua pada 2022.
Fasilitas ini telah dilengkapi lini produksi yang sepenuhnya terotomatisasi (fully automated) dan tim beranggotakan lebih dari 500 tenaga profesional lokal, sehingga semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keunggulan regional dalam manufaktur komunikasi optik.
Baca juga : Indonesia Tengah Menjajaki Kerjasama di Bidang Farmasi dan Pengawasan Obat Dengan China
Selama 10 tahun terakhir, bisnis YOFC di Indonesia telah berkontribusi pada penciptaan lebih dari 1.000 lapangan kerja langsung, serta tambahan sekitar 4.000 lapangan kerja tidak langsung melalui kemitraan dengan ratusan pemasok lokal.
Baca juga : Studi Tiru ke Shandong, Delegasi Kades Indonesia Pelajari Resep Sukses China Bangun Desa Modern
Indonesia menjadi negara pertama untuk ekspansi global YOFC sekaligus menjadi fasilitas penting bagi layanan perusahaan di Asia Tenggara. Perusahaan itu juga telah membangun fasilitas produksi di lima negara lainnya, yakni Brasil, Afrika Selatan, Meksiko, Polandia, dan Jerman. (**)











