Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Salah satu program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam di masa pemerintahan Walikota Alpian Maskoni dan Wakil Walikota M Fadli yaitu program stek kopi atau sambung pucuk.
Target dari program ini yaitu satu juta batang kopi setiap tahun akan distek. Namun sayangnya, pada tahun 2019 lalu, program ini gagal dan tak berjalan lantaran terkendala administrasi.
Untuk itu tahun 2020 ini Pemkot Pagaralam melalui Dinas Pertanian kembali meluncurkan program tersebut.
Informasi yang didapat, tahun lalu program ini sempat berjalan sebenar. Namun karena ada aturan dan adminitrasi yang belum terpenuhi akhirnya program terhenti.
Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni saat membuka kegiatan stek perdana penyambungan tanaman kopi tahun 2020 menyampaikan bahwa program stek kopi merupakan program unggulan.
“Meskipun tahun kemarin ada kekurangan dalam pelaksanaan program ini. Namun tahun akan diperbaikki dan akan dimaksimalkan,” ujarnya.
Sesuai dengan letak geografis, Pagaralam dinilai bagus untuk tanaman kopi. Namun saat ini hasil tanaman kopi yang ada masih sangat kurang.
“Diharapkan dengan sistem stek hasilnya akan lebih banyak dengan syarat perawatannya dilakukan rutin,” katanya.
Dengan program ini petani mendapatkan banyak keuntungan mulai dari mendapatkan bibit dan juga langsung mendapatkan upah dari hasil stek yang hidup.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Gunsono mengakui jika tahun lalu program stek kopi ini sudah diluncurkan. Namun karena ada kesalahan adminitrasi maka pelaksanaannya menjadi kurang maksimal.
“Untuk pengerjaan di lapangan sebenarnya tahun lalu sudah maksimal. Namun tergalang aturan yang berlaku. Tahun ini akan dimaksimalkan dengan target satu juta batang kopi yang akan distek,” jelasnya.(**)











