Palembang, Sumselupdate.com –Kasus terbunuhnya Adiron Plaza alias Adi (40), sekurity Diskotik Darma Agung (DA) Palembang, meninggalkan cerita tersendiri.
Sebelum menemui ajal, korban dan petugas sekurity lainnya sempat bentrok berdarah dengan para pengeroyok di luar Diskotik Darma Agung ang terletak di Jalan Kol H Barlian, Minggu (8/5), sekitar pukul 04.00.
Belasan pria menggunakan tangan kosong, pedang samurai dan pisau saling serang.
Akibatnya Adiron Plaza alias Adi tewas dengan luka tusukan di sekujur tubuhnya.
Warga Jalan Perjuangan Sukawinatan, RT 52 RW 07, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang tewas usai dikeroyok sekitar 10 pria dan mengalami luka bacok di bagian kepala, luka tusuk di bagian punggung, lengan, dan tangan kanan.
Korban mengembuskan napas terakhir sesaat tiba di IGD Rumah Sakit Dr Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Sedangkan IDP, diduga oknum polisi juga mengalami luka bacokan di sekujur tubuhnya dan dirawat di Rumah Sakit RK Charitas.
Sedangkan empat rekan IDP juga mengalami luka bacok dan kini dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.
Dari pantauan di lapangan, anggota Polsek Sukarami Palembang tengah memasang garis polisi. Bahkan, di lokasi kejadian pun banyak bercak darah mulai dari Pos Satpam, tempat parkir hingga keluar pintu gerbang.
Kini kasus tersebut ditangani Pihak Polsek Sukarami dan Polresta Palembang.
Informasi yang berhasil dihimpun, sekitar pukul 04.00 IDP dan rekannya yang jumlahnya 10 orang masuk ke dalam diskotik DA .
Namun, sebelum masuk diskotik, korban menagih uang saat pelaku hendak masuk di ruang diskotik.
Namun, para pelaku enggan memberikan uang masuk. Tak suka ditagih korban dan para pelaku terlibat cekcok mulut. Ribut mulut kian panas dan akhirnya para pelaku mengejar korban hingga ke parkiran DA.
Para pelaku yang diduga berjumlah 10 orang tersebut melakukan pengeroyokan terhadap korban.
Melihat korban dikeroyok, rekan korban lainnya tak terima dan langsung menyerang pelaku serta teman-temannya, akibatnya bentrok tak dapat dihindari.
Kedua massa menghentikan bentrok, setelah kedua kelompok mengalami luka-luka dan terkapar berdarah di parkiran DA sehingga semuanya langsung dilarikan ke rumah sakit.
“Korban minta duit cas saat mau masuk ke dalam, tidak dikasih. Terus korban masih minta karena para pelaku tak terima langsung mengeroyok korban,” saksi mata, Dayat (27) saat ditemui di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebabnya. “Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan,” kata Maruly, Minggu (8/5). (ery)











