Sejumlah Media Cetak Nasional Tutup, Ini Penyebabnya

Minggu, 14 Februari 2016
Foto Ilustrasi

Jakarta, Sumselupdate.com

Belakangan terkabar bahwa media asal Inggris, The Independent dan Independent on Sunday, secara resmi akan meninggalkan edisi cetak pada bulan Maret 2016 dan akan beralih ke media online. Ternyata kabar tutupnya sejumlah media cetak juga terjadi pada sejumlah media nasional di Indonesia.

Seperti dikutip dari SWAonline (11/2), raport merah untuk industri media cetak nasional sudah dimulai sejak 2014. Kala itu, sejumlah harian nasional ternama sudah mulai melakukan perampingan karyawan. Bahkan, pada tahun ini juga, sejumlah media cetak malah memilih tutup, di antaranya Harian Jurnal Nasional dan Soccer.

Memasuki tahun 2015, kondisi industri media cetak nasional makin diperparah dengan banyaknya media cetak ternama yang memilih menutup usahanya. Sebut saja, koran Sinar Harapan, Indonesia Finance Today, Tabloid Bola dan Majalah Fortune dari Kompas Group, Majalah Bloomberg, dan media cetak lainnya yang akhirnya memilih berganti rupa menjadi media online, seperti Harian The Jakarta Globe dari Lippo Group.

Tentu saja ada sejumlah penyebab yang memicu rontoknya satu per satu media cetak nasional. Selain perubahan perilaku konsumen Indonesia dalam mengkonsumsi media yang mengarah ke media online, boleh jadi menurunnya keyakinan pemilik brand dalam membelanjakan anggaran iklannya di media cetak menjadi salah satu penyebab utamanya.

Merujuk data Nielsen Advertising Information Services, belanja iklan media cetak baik koran maupun majalah mengalami penurunan pada tahun 2015. Di koran misalnya, belanja iklan di tahun 2015 turun 4% dibandingkan tahun 2014. Jika tahun 2014 belanja iklan di koran masih di angka Rp32,249 triliun, maka tahun 2015 angkanya turun menjadi Rp30,836 triliun.

Hal serupa terjadi juga di majalah. Pada tahun 2014, belanja iklan di majalah masih di angka Rp2,224 triliun. Berikutnya, di tahun 2015, belanja iklan di majalah terpaksa turun menjadi Rp1,295 triliun.
Sementara belanja iklan di televisi masih tetap berjaya. Pada tahun 2015, belanja iklan televisi masih positif, yakni tumbuh 12% dibandingkan tahun 2014. Dengan kenaikan itu, total belanja iklan di TV secara nasional mencapai Rp 84,774 triliun. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.