Satu Warga Muba yang Positif Corona Ternyata Usai Pulang Melayat Bersama Keluarga di Prabumulih

Kamis, 16 April 2020
Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan konfrensi pers terkait satu warganya positif terinfeksi virus Corona, Kamis (16/4/2020).

Sekayu, Sumselupdate.com – Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Prof Dr dr H Yuwono M Biomed mengumumkan jika ada penambahan 15 kasus positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19, sehingga total pasien terjangkit virus ini sebanyak 37 orang.

Satu dari 15 orang positif Corona itu adalah perempuan berusia 24 tahun berinisial BFV yang tinggal di Lingkungan 1 Kayuara, Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Read More

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Muba, Septiani Veratita, Kamis (16/4/2020) mengatakan, BFV yang sebelumnya Pasien Dalam Pantauan (PDP) pada 23 Maret 2020 memiliki riwayat perjalanan ke Kota Prabumulih.

BFV bersama lima orang keluarga dan satu sopir berangkat ke Kota Prabumulih yang diketahui ditetapkan zona merah Covid-19, dengan tujuan melayat keluarga meninggal dunia.

Kemudian, BFV bersama keluarganya pada 29 Maret pulang ke Sekayu. Kemudian pada 30 Maret sampai 7 April, pasien masuk kerja seperti biasa di salah satu perusahaan swasta di Muba.

Pada tanggal 8 April BFV mulai mengalami sakit batuk, demam, meriang, dan ngilu pada bagian tubuhnya.

BFV pun berobat ke klinik yang ada di Kota Sekayu dan disarankan ke RSUD Sekayu atau Puskesmas. Namun, pada 10 April yang bersangkutan tidak datang dan meminta orang tua untuk ke puskesmas agar diberi surat keterangan sehat.

“Oleh Puskesmas tidak diberikan surat keterangan sehat. 11 April kondisi pasien makin parah lalu datang langsung ke RSUD Sekayu dan dilakukan pemeriksaan, dari rapid test diketahui pasien berstatus PDP tingkat II. Lalu pada 12 April dilakukan pengambilan test swab pertama dan 13 April pengambilan test swab kedua, dan pada 15 April hasil keluar dinyatakan positif,” jelas Septiani.

Dengan perubahan  status pasien dari PDP menjadi positif, kata Septi, pihaknya langsung melakukan tracking kontak di wilayah Muba. Di mana semua anggota keluarga, tetangga, rekan kerja, dan orang-orang di klinik dilakukan pemeriksaan.

“Kemarin petugas Puskesmas sudah melakukan penjemputan terhadap semua keluarga pasien sebanyak lima orang dan satu orang sopir serta ditetapkan sebagai PDP dan dirawat di RSUD Sekayu,” beber dia.

Septiani Veratita juga mengatakan, hingga saat ini di Kabupaten Muba jumlah pasien ODP sebanyak 218 orang dan selesai pemantauan 167 orang.

Sedangkan pasien PDP sebanyak 13 orang, 11 di antaranya telah dilakukan tes swab dengan hasil 10 negatif dan 1 positif.

Sedangkan dua pasien berstatus PDP lainnya saat ini masih menunggu hasil swab dari Balai Besar Laboratorium Palembang.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin membenarkan salah satu warga Muba terkonfirmasi positif Covid-19.

Saat ini penanganan terhadap pasien telah dilakukan dan juga melaksanakan tracking atau riwayat perjalanan pasien.

“Satu warga terkonfirmasi positif Covid-19, setelah dilakukan rapid test dua kali, yang bersangkutan mempunyai riwayat perjalanan dari Prabumulih,” jelas Dodi dalam konfrensi pers malam ini.

Ditambahkannya sudah ada datanya dan keluarga BFV sudah dibawa ke RSUD Sekayu untuk dilakukan observasi diikuti berbagai macam tes.

“Mulai besok pagi kita lakukan rapid tes dan isolasi secara mandiri bagi mereka (kontak dengan pasien), apabila ada hal yang lebih buruk terpaksa kita bawa ke rumah sakit,” terang Dodi.

Untuk penetapan status zona, pria yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 Muba ini menuturkan penetapan status zona apakah merah, kuning, atau hijau merupakan kewenangan dari Kementerian Kesehatan.

Dikatakannya, hal itu tergantung dari epidemologis, penyebaran dari penyakit yang bersangkitan, jumlah kasus, jumlah meninggal dunia, dan jumlah pasien postif.

“Paling penting adalah agar kita memutus mata rantai penularan dari pasien yang bersangkutan dengan cara tracking dan surveys dari kontak kotak terdekat. Masyarakat kita imbau untuk tetap menjaga kesehatan, tidak panik. Kita secara bersama melawan Covid-19,” tambahnya.

Setelah selang beberapa waktu usai Bupati Muba memberikan konfrensi pers, pesan berantai melalui facebook, WhatsApp banjir tentang informasi yang terjangkit Covid-19. (est)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts