Satu Tahun Beroperasi Usaha Ternak Ayam Jadi Sorotan, Lurah Gelumbang: Belum Kantongi Izin  

Usaha ternak ayam yang ada di RT 06, RW 04, Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumsel yang menjadi sorotan pemerintah setempat, Senin (27/7/2020).

Laporan: Syahrial Hadi

Muaraenim, Sumselupdate.com – Usaha ternak ayam yang ada di RT 06, RW 04, Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menjadi sorotan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, sudah satu beroperasi akan tetapi diduga tidak mengantongi izin usaha dan bangunan.

Belum dikantongi izin usaha dan bangunan ini diakui Lurah Gelumbang Lismarama Warni, SE saat ditemui Sumselupdate.com di Kantor Kelurahan, Senin (27/7/2020).

“Waktu itu memang pernah Pak Ujang selaku pihak usaha ternak ayam ini datang menghadap kita, katanya akan mengurus izin bangunan maupun izin usaha, namun sampai sekarang sudah satu tahun lebih tidak pernah datang lagi,” katanya.

Usaha ternak ayam yang ada di RT 06, RW 04, Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumsel yang menjadi sorotan pemerintah setempat, Senin (27/7/2020).

 

Mirisnya menurut Lismarama Warni, jalan kelurahan rusak parah dan gorong-gorong yang pembangunannya memakan dana APBD tahun 2019 jebol diakibatkan dilintasi mobil milik usaha ternak ayam ini.

“Gorong-gorong di jalan kelurahan Gelumbang yang memakan dana APBD Tahun 2019 jebol oleh mobil angkutan dari ternak ayam itu. Kita sudah hubungi Pak Ujang untuk segera memperbaiki, namun sampai sekarang belum ada tindakan perbaikan,” cetus Lismarama Warni.

Terpisah, salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Gelumbang, Syamsul menyayangkan pihak pemerintah tidak cepat tanggap terhadap persoalan usaha ternak ayam yang diduga tak mengantungi izin usaha dan bangunan itu.

Syamsul mengatakan, bangunan ternak ayam yang berkelas perusahaan, di mana empat bangunan kandang ayam sudah permanen, memakai jasa puluhan pekerja, memiliki pos satpam, serta luas lahan sekitar delapan hektar,  berada di seputaran pemukiman warga.

Proses pembakaran sisa kotoran ternak ayam.

 

“Saya mengharapkan agar anggota DPRD dan Pemkab Muaraenim serta pemerintah kelurahan serta kecamatan menindak tegas pengusaha yang tidak mematuhi aturan. Bila perlu ditutup saja, apalagi usaha ternak ayam ini tidak mengantongi izin, serta berada di seputaran pemukiman warga, sudah pasti pencemaran lingkungan dan ini sudah beroperasi selama satu tahun lebih,” kata Syamsul.

Sementara itu, Sumselupdate.com berusaha untuk mengkonfirmasi terkait permasalahan ini dengan manajemen usaha ternak ayam ini.

Namun saat disambangi di lokasi usaha ternak, Sumselupdate.com hanya bertemu dengan petugas satpam yang mengarahkan untuk mengkonfirmasi permasalahan ini kepada pengurusnya yang bernama Ujang.

Akan tetapi sayangnya, saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp belum ada respon dari Ujang selaku pengawas lapangan. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.