Satu Pekan, Operator Excavator PT PAMA yang Tenggelam Akibat Jebolnya Tanggul Tambang PTBA Belum Ditemukan

Proses evakuasi korban tertimbun material tangggul yang jebol dan longsor/ Ist

Laporan Azwar Anas

Muaraenim, Sumselupdate.com — Satu minggu sudah pencarian Federik Hansen Sagala, operator alat berat PT PAMA Persada Nusantra yang diduga tertimbun material lumpur akibat jebol dan longsornya tanggul air di Tambang Air Laya Barat PT Bukit Asam (PTBA) Tbk pada 1 Oktober lalu.

Bacaan Lainnya

Namun proses pencarian yang dilakukan Emergency Rescue Team (ERT) baik dari PTBA maupun PAMA serta Tim BASARNAS hingga hari ini belum membuahkan hasil.

Manajer Humas, Komunikasi dan Administrasi Korporat PTBA Iko Gusman saat dikonfirmasi Sumselupdate.com mengatakan, saat ini perusahaan masih fokus melakukan evakuasi akibat kejadian longsor di Tambang Air Laya Barat.

“Selain itu juga perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tambang guna memastikan keamanan operasional tambang karena keselamatan dan keamanan para pekerja adalah prioritas utama perusahaan,” kata Iko, Rabu (7/10/2020).

Iko melanjutkan, Emergency Rescue Team (ERT) baik dari PTBA maupun PAMA, Tim BASARNAS serta Tim Pendukung lainnya terus berupaya bekerja keras dan fokus siang dan malam dalam proses evakuasi.

Selain menggunakan alat berat, tambahnya, proses evakuasi juga memanfaatkan peralatan dengan teknologi untuk mempercepat proses pencarian.

“Beberapa teknologi yang digunakan diantaranya metal detector milik PTBA, Echo Sounder dari Unsri, GPR (Ground Penetration Radar) dari Basarnas dan peralatan pendukung lainnya,” pungkas Iko.

Sementara itu, Kepala Basarnas Sumsel Hery Marantika, menjelaskan, pihaknya menerima informasi telah terjadi kondisi membahayakan manusia satu orang tertimbun lumpur saat bekerja di PT Bukit Asam Tanjung Enim Kab. Muaraenim.

“Basarnas mendapat informasi kejadian ini dari GM PTBA Bapak Venpri Sagara, pada Selasa (06/10), sekitar pukul 20.05 WIB,” jelas Hery.

Berdasarkan laporan tersebut, menurut Hery, dia langsung memerintahkan satu Team Rescuer berjumlah 6 orang berangkat menuju lokasi kejadian dengan menggunakan Rescue Cerrier. Selain menerjunkan personel, peralatan seperti Alat Vertical, peralatan medis, komunikasi dan evakuasi juga ikut diterjunkan.

“Hal ini dilakukan guna menunjang berhasilnya pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan (Operasi SAR),” ujarnya.

Di lokasi, lanjut Hery, Team Rescue Basarnas Sumsel akan berkoordinasi dan mengkoordinir seluruh unsur SAR gabungan untuk melakukan operasi SAR tersebut, Unsur SAR Gabungan terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, Team SAR PTBA, Pemda, pihak medis terdekat serta unsur potensi SAR lainnya yg disesuaikan dengan kebutuhan dilapangan.

“Semoga dengan banyaknya personel yang ikut membantu dalam proses pencarian ini, mudah-mudahan korban dapat segera ditemukan. Kepada seluruh masyarakat, diimbau bersama-sama membiasakan hidup yang selalu mengutamakan keselamatan, baik secara perorangan maupun secara bersama-sama,” pungkas Hery.

Sebagaimana diketahui, tanggul air yang berada di Tambang Air Laya Barat PT Bukit Asam (PTBA) Tbk pada galian PT PAMA Persada, mendadak jebol pada 1 Oktober 2020, sekitar pukul 5.15 wib.

Tak pelak peristiwa ini mengakibatkan excavator dan dozer yang ada di area tambang terendam banjir.

Tak hanya itu, akibat peristiwa mengenaskan ini satu orang operator karyawan PT PAMA hingga kini belum ditemukan.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.