Palembang, Sumselupdate.com – Hanya butuh waktu satu jam, anggota Unit Pidum dan Tim Tekab Satreskrim Polresta Palembang mengamankan satu pelaku pencurian di rumah milik Adriant, anggota Polresta Palembang.
Tersangka yang ditangkap adalah Ari (21) warga Jalan Tegal Binangun, Kecamatan Plaju Palembang. Bahkan ia harus merasakan timah panas lantaran ketika diringkus polisi memberikan perlawanan dan berusaha kabur.
Informasi dihimpun, Ari beraksi di rumah korban yang berada di Komplek Ogan Permata Indah (OPI), Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Sabtu (29/9) sekitar pukul 13.00.
Ketika itu di rumah korban hanya ada anaknya berinisial M yang berusia 10 tahun. Pelaku yang mengaku sebagai petugas keamanan komplek mengetok pintu dan meminta uang jaga malam.
Setelah pintu dibuka, pelaku langsung mengancam anak korban dan mengambil tiga unit ponsel. Kemudian Ari melarikan diri menggunakan motornya. Sedangkan M menghubungi orangtuanya untuk memberitahu kejadian tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum Iptu Tohirin mengungkapkan, setelah menerima laporan korban pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka.
“Selang satu jam, kita berhasil mengamankan pelaku. Saat akan ditangkap, dia memberikan perlawanan sehingga kita memberikan tindakan tegas terukur,” ujar Tohirin, Minggu (30/9/2018).
Ia menjelaskan, modus pelaku dengan cara berkeliling mencari rumah yang akan dicurinya. “Melihat rumah sepi dia beraksi. Dia mengaku petugas keamanan dan mengambil ponsel di tangan anak korban,” jelasnya.
Masih dikatakan Tohirin, untuk barang bukti diamankan tiga unit ponsel milik korban dan motor yang digunakan pelaku beraksi. “Pelaku kita jerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” cetusnya.
Sementara itu Ari mengatakan, dirinya tidak mengetahui jika rumah yang ia curi adalah kediaman anggotapolisi. “Saya tidak tahu. Pintu rumahnya terbuka, saya masuk dan mengambil ponsel,” katanya
Menurutnya, ponsel yang ia curi akan dijual dan uangnya untuk kebutuhan hidup sehari-hari. “Baru pertama kalinya. Saya sendirian tidak sama teman. Mau dijual, uangnya untuk makan,” pungkasnya. (tra)











