Palembang, Sumselupdate.com – Setelah 10 bulan mengamankan wilayah perbatasan RI-Papua Nugini, Satgas pengaman dari Yonif 142/Ksatria Jaya Kodam II Sriwijaya akhirnya dipulangkan ke kesatuan.
Sebanyak satu batalyon Satgas Yonif 142/ Ksatria Jaya tersebut tiba pagi tadi di Palembang dan disambut Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Purwadi Mukson dalam upacara yang berlangsung di Pelabuhan Boombaru Palembang, Senin (13/6).
Dari 450 satgas pengamana RI-Papua Nugini, satu diantaranya meninggal karena sakit dan dua orang satgas tengah menjalani pengobatan di rumah sakit di Jakarta.
“Selaku Pangdam dan pribadi serta Kodam II Sriwijaya mengucapkan selamat datang kembali satgas. Terima kasih atas dedikasi dan integritasnya dalam menjaga wilayah perbatasan RI-Papua Nugini,” ujar Pangdam.
Menurut Pangdam pengamanan wilayah yang dilakukan Satgas tersebut selama 10 bulan bukan tugas ringan. Karena wilayah perbatasan merupakan beranda yang bernilai strategis, terlebih merupakan wilayah yang rawan karena adanya upaya kelompok separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia.
Pangdam meminta kepada satgas untuk mengevaluasi diri secara keseluruhan, termasuk juga pengecekan peralatan.
“Tugas mereka dapat apresiasi dari Panglima TNI. Untuk kondisinya sehat. Hanya satu yang meninggal karena sakit dan dua dirawat di Rumah Sakit Jakarta. Yang ada sekarang ini 477 Satgas,” tukas Jendral bintang dua ini.
Sebanyak satu batalyon Satgas Yonif 142/ Ksatria Jaya tersebut tiba pagi tadi di Palembang dan disambut Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Purwadi Mukson dalam upacara yang berlangsung di Pelabuhan Boombaru Palembang, Senin (13/6).
Dari 450 satgas pengamana RI-Papua Nugini, satu diantaranya meninggal karena sakit dan dua orang satgas tengah menjalani pengobatan di rumah sakit di Jakarta.
“Selaku Pangdam dan pribadi serta Kodam II Sriwijaya mengucapkan selamat datang kembali satgas. Terima kasih atas dedikasi dan integritasnya dalam menjaga wilayah perbatasan RI-Papua Nugini,” ujar Pangdam.
Menurut Pangdam pengamanan wilayah yang dilakukan Satgas tersebut selama 10 bulan bukan tugas ringan. Karena wilayah perbatasan merupakan beranda yang bernilai strategis, terlebih merupakan wilayah yang rawan karena adanya upaya kelompok separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia.
Pangdam meminta kepada satgas untuk mengevaluasi diri secara keseluruhan, termasuk juga pengecekan peralatan.
“Tugas mereka dapat apresiasi dari Panglima TNI. Untuk kondisinya sehat. Hanya satu yang meninggal karena sakit dan dua dirawat di Rumah Sakit Jakarta. Yang ada sekarang ini 477 Satgas,” tukas Jendral bintang dua ini.
Satgas Ops Pamtas Yonif 142/KJ yang dipimpin Letkol Inf I Nyoman Yudhana telah bertugas selama sekitar 10 bulan di wilayah perbatasan darat negara RI – Papua Nugini, tepatnya di Kabupaten Merauke Papua, tiba dalam keadaan aman dengan menggunakan KRI Teluk Parigi dengan nomor lambung 539. (ery)











