Palembang, Sumselupdate.com – Indosat Ooredoo Hutchison terus menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui inisiatif inovatif ‘Sampah Jadi Pulsa’.
Program ini adalah memberikan solusi berkelanjutan terhadap permasalahan sampah plastik sekaligus mendukung digitalisasi di lingkungan kampus.
Sampah Jadi Pulsa mengajak mahasiswa dan seluruh civitas akademika untuk berkontribusi dalam pengelolaan sampah plastik dan sampah non-organik lainnya, sampah tersebut akan ditukar menjadi pulsa Indosat.
Agus Sulistio, EVP Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison menyampaikan, program ini merupakan wujud kepedulian Indosat terhadap lingkungan sekaligus generasi muda Indonesia.
“Kami ingin menciptakan solusi yang tidak hanya inovatif tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya mahasiswa yang merupakan calon pemimpin masa depan. Dengan ‘Sampah Jadi Pulsa,’ kami berharap dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dan sekaligus memberikan dukungan digital yang esensial bagi mahasiswa.
“Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dan staf Universitas Sriwijaya dapat mengumpulkan sampah plastik seperti botol bekas, serta jenis sampah non-organik lainnya melalui Reverse Vending Machine (RVM) yang ditempatkan di Gedung Fakultas FISIP Universitas Sriwijaya. Setiap kilogram, sampah akan dihitung dan dikonversi menjadi pulsa Indosat sesuai ketentuan yang berlaku. Sampah, yang terkumpul kemudian akan diproses oleh mitra daur ulang lokal untuk memastikan pengelolaannya dilakukan secara bertanggung jawab,” ungkapnya, Selasa (26/11/2024).
Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Sriwijaya, Prof H Joni Arliansyah mengatakan, program ini Inisiatif sangat sejalan dengan visi Universitas Sriwijaya dalam mewujudkan kampus hijau yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi langkah nyata Indosat yang tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada mahasiswa. Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi yang ideal antara dunia pendidikan dan industri,” katanya
Sejak pertama kali diluncurkan, program ‘Sampah Jadi Pulsa’ telah berhasil mengumpulkan lebih dari 23.000 botol plastik, setara dengan 437 kg sampah plastik, yang dikonversi menjadi pulsa digital senilai Rp14 juta.
Hingga kini, lebih dari 1.032 pengguna telah berpartisipasi dalam inisiatif ini. Keberhasilan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Indosat dalam mendukung pengelolaan limbah plastik sekaligus mempromosikan gaya hidup yang ramah lingkungan.
Tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk pulsa, program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Partisipasi aktif mahasiswa menjadi contoh nyata bagi komunitas yang lebih luas untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.











