Baturaja, Sumselupdate.com –Penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Sarang Elang Kelas II B Baturaja, Kabupaten OKU mengeluhkan kurangnya pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga binaan.
Minimnya air bersih ini diakui Kepala Rutan kelas II B Sarang Elang Baturaja, Herdianto melalui Maini selaku Kepala Satuan Pengamanan Rutan didampingi Ismaton, Bagian Pelayanan dan Humas Rutan Sarang Elang.
“Pasokan air Air bersih ini menjadi dilema permasalan yang sampai saat ini belum ada solusinya, dan ini sudah lama terjadi ” kata Maini.
Diungkapkannya, suplai air bersih dari PDAM OKU dan ditambah dengan sumur bor yang ada di rutan tidak dapat memenuhi kebutuhan akan air bersih seluruh warga binaan, Suplai air dari PDAM tidak dapat diandalkan sebab tidak maksimal.
“Ya bagaimana mau maksimal suplai air dari PDAM, terkadang air ledeng mengalir hanya beberapa jam itu pun tidak deras, dan terkadang PDAM ini lebih sering mati, jangankan untuk mengisi duabak kapasitas 30 kubik untuk memenuhi kebutuhan 400 warga binaan saja tidak cukup,” ujar dia,
Menurut Maini, jaringan PDAM menuju rutan merupakan jalur umum bukan jalur khusus sehingga volume air yang masuk sangat minim.
Pihak rutan sudah mengupayakan sumber air yang lain yakni dengan sumur bor. Namun sumur ini juga tidak berfungsi maksimal karena hanya menghasilkan sedikit air.
“Air yang dihasilkan sumur bor hanya cukup untuk memenuhi keperluan ibadah (Wudu) tapi kalau untuk keperluan lain tidak mencukupi. kita sudah menyampaikan masalah air ini ke PDAM namun untuk solusi jaringan air agar lancar sampai saat ini belum ada solusinya,” katanya.
Dalam sehari rutam baturaja mengahbiskan 10-15 kubik air bersih, untuk memenuhi kebutuhan tersebut pihak rutan terpaksa membeli air dari Tanki PDAM “Ini solusi yang ditawarkan PDAM, kita beli air dari Tanki, tapi PDAM memberikan harga dibawah pasaran yakni Rp75.000,” ujarnya.
Dalam sehari pihak rutan hanya mampu mebeli 3 tanki air, hal ini tidak cukup bahkan tidaknada anggaran khusus untuk membeli air dari tanki, menurut Maini pihak rutan hanya punya anggaran untuk membayar air bersih PDAM.
“Terpaksa kita batasi karena tidak ada biaya, Kalu lagi hujan biasanya selurub warga binaan disini banyak yang menampung air, sebab itulah satu-satunya sumber air tambahan yang sangat mereka harapkan,” katanya lagi. (yan)











