Rupiah Berbalik Menguat ke Rp16.768 per Dolar AS, Sentimen Global Dorong Optimisme

Writer: - Selasa, 3 Februari 2026
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dollar. (Foto Sumselupdate.com/Istimewa).

Jakarta, Sumselupdate.com – Nilai tukar rupiah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (3/2/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada pagi hari bergerak di kisaran Rp16.768 per dolar AS.

Posisi tersebut menunjukkan penguatan sebesar 0,18 persen dibandingkan penutupan perdagangan Senin (2/2/2026) yang berada di level Rp16.800 per dolar AS.

Read More

Penguatan rupiah didorong sentimen positif dari tercapainya kesepakatan tarif antara Amerika Serikat dan India yang meningkatkan optimisme pelaku pasar global.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan kesepakatan tarif antara AS dan India membuka peluang penguatan rupiah, meski ruang penguatannya dinilai masih terbatas.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh berita kesepakatan tarif antara AS dengan India,” ujar Lukman.

Namun demikian, ia menilai laju penguatan rupiah tertahan oleh pergerakan indeks dolar AS yang masih berada dalam tren penguatan. Kondisi tersebut dipicu oleh rilis data manufaktur AS yang tercatat jauh lebih kuat dari perkiraan pasar.

“Penguatan rupiah kemungkinan terbatas karena indeks dolar masih menguat menyusul data manufaktur AS yang sangat solid,” jelasnya.

Selain faktor global, pelaku pasar juga terus mencermati sentimen di pasar ekuitas domestik. Pergerakan indeks saham dinilai masih memengaruhi arus modal asing dan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia tercatat bervariasi. Baht Thailand mencatat penguatan terbesar sebesar 0,31 persen, disusul won Korea Selatan yang menguat 0,16 persen, yen Jepang 0,12 persen, dan dolar Singapura 0,12 persen.

Selanjutnya, yuan China menguat 0,07 persen, peso Filipina 0,06 persen, serta dolar Taiwan 0,03 persen terhadap dolar AS. Di sisi lain, dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah dengan penurunan 0,01 persen.

Adapun indeks dolar AS yang mencerminkan kekuatan dolar terhadap mata uang utama dunia berada di level 97,43, turun dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi 97,63.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts