Pagaralam, Sumselupdate.com – Pelaksanaan Besemah Expo sebagai rangkaian memeriahkan hari jadi ke-18 Kota Pagaralam setiap tahunnya selalu saja menuai protes warga.
Mmulai dari soal lokasi pelaksanaan hingga akibat yang ditimbulkannya. Seperti dikeluhkan akun Ikhwan Novri di grup Facebook Dangau Besemah.
Dikutip dari laman grup publik tersebut, Ikhwan Novri mengeluhkan penutupan jalan utama kota lintas provinsi/kabupaten oleh pemerintah daerah demi melaksanakan kegiatan Besemah Expo itu, utamanya jalan menuju Rumah Sakit Umum Besemah Kota Pagaralam.
“Jaman jasida tebekop, jaman idanov tebekop, jaman alfad bekerja cerdas , kalu nian , , engkase seragi saje, akses utama pagaralam 4 lawang, bengkulu, , nek lebih patal agi titu akses utame ghumah sakit,,teebeekop,“tulisnya dalam bahasa Besemah (Pagaralam) yang artinya zaman kepemimpinan walikota Djazuli Kuris/Ida Fitriati, zaman walikota Ida Fitriati/Novirza ditutup, zaman walikota Alfian/Padli bekerja cerdas mungkin rupanya sama saja, akses utama Pagaralam 4 Lawang, Bengkulu, dan yang lebih fatal lagi itu akses utama menuju rumah sakit tertutup (14/06).
Postingan itu menuai berbagai tanggapan. Ada warganet yang setuju dengan protes Ikhwan Novri karena menilai bahwa kegiatan pemerintah tak seharusnya mengganggu arus lalu-lintas dan aktifitas warga utamanya akses menuju rumah sakit bagi pasien yang perlu segera mendapat mendapat penanganan medis. Namun ada juga masyarakat yang menganggap hal itu biasa saja.
Pantauan di lapangan, Minggu (16/06/2019), pelaksanaan Besemah Expo tahun 2019 yang dipusatkan di Alun-Alun Utara Kota Pagaralam ini memang membuat penutupan akses jalan mulai simpang Tugu Jam depan SMA Negeri 1 hingga simpang RSUD Besemah.
Meski pemerintah daerah telah menyiapkan jalur alternatif menuju RSUD bagi warga yang memerlukan tindakan medis darurat, namun adanya tindakan sebagian warga yang menjadikan sekitar areal Besemah Expo sebagai lahan parkir seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya dinilai akan dapat merugikan pihak lain.
Pro kontra penutupan akses jalan oleh pemerintah daerah demi pelaksanaan Besemah Expo yang lantas membuat beberapa pihak merasa dirugikan, sudah seharusnya membuat pemerintah daerah saat ini dengan jargon ‘Kerja Keras Kerja Cerdas’ berpikir untuk membangun areal expo yang memadai dan dapat mengakomodir seluruh keinginan warga. (ric)











