Palembang, Sumselupdate.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP Kelas I Palembang buka suara atas tudingan yang dilayangkan elemen masyarakat yang menyebut minimnya pengawasan terhadap kapal niaga tongkang batubara di Sungai Musi terkhusus yang melintas di bawah jembatan Ampera.
Respon tersebut setelah elemen masyarakat yang tegabung dalam Suara Informasi Rakyat Sriwijaya atau SIRA melakukan aksi didepan KSOP Palembang, Selasa pagi, (14/10/202).
Kedatangan warga tersebut untuk menyampaikan aspirasi dan mempertanyakan fungsi pengawasan KSOP terhadap kapal batubara yang diduga mengakut dengan over kapasitas.
Bahkan menurut SIRA, beberapa kapal yang diduga over kapasitas itu sampai menyentuh jembatan Ampera.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Keselamatan Berlayar KSOP Kelas I Palembang, Zainuddin, bersama jajaran menerima perwakilan warga dan mendengarkan aspirasi mereka. Zainuddin mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap keselamatan pelayaran di Sungai Musi.
Baca juga : SIRA Desak Kepala KSOP Palembang Mundur, Soroti Lemahnya Pengawasan Kapal Tongkang di Sungai Musi
“KSOP berkomitmen menindak tegas kapal pengangkut batubara yang bermuatan berlebih,” ucapnya.
Terlebih, dalam aksi tersebut SIRA juga menyebut sejumlah Badan Usaha Pelayaran di Sumsel terlibat dalam masalah tersebut. Tiga diantaranya adalaha BUP milik Pelindo, BUP Penajam, dan BUP Krakatau Bandar Samudera.
”Kita akan memberikan sanksi apabila tiga BUP itu melakukan pelanggaran,” ucap Zainuddin.
Baca juga : Harhubnas 2025, KSOP Sediakan 500 Paket Makan Bergizi Gratis untuk Warga Sekitar
Zainuddin mengakui memang ada BUP yang dilaporkan masyarakat disebut juga telah dilakukan pemeriksaan oleh Ditpolairud Polda Sumsel.
“Ini sedang berporses dan kami selalu berkoordinasi dengan pihak lain,” tegasnya. (**)











