Resmi Menjadi PAW DPRD Kota Palembang Gantikan Doni, Ini Kata Lailata Ridha

Pelantikan Lailata Ridha sebagai anggota DPRD Kota Palembang dilakukan di Gedung DPRD Kota Palembang oleh Ketua DPRD Kota Palembang, Zainal Abidin, Senin (30/11/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Diberhentikannya Doni SH sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Palembang lantaran kasus narkoba belum lama ini, menjadi berkah bagi Lailata Ridha. Itu karena, ia resmi  menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2019-2024.

Pelantikan Lailata Ridha sebagai anggota DPRD Kota Palembang dilakukan di Gedung DPRD Kota Palembang oleh Ketua DPRD Kota Palembang, Zainal Abidin, Senin (30/11/2020).

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) nomor 662/KPTS/I/2020 tertanggal 19 Desember 2020, tentang pemberhentian Doni dan Peresmian Pengangkatan Lailata Ridha, sebagai anggota Pengganti DPRD Kota Palembang dari Partai Golkar periode 2019-2024.

Diketahui Doni anggota DPRD Kota Palembang 2019-2024, tadinya Caleg Partai Golkar Dapil Palembang 1 (meliputi Kecamatan Bukit Kecil, Gandus, Ilir Barat I dan Ilir Barat II) No. Urut: 7 dengan jumlah suara pemilu 2019 terbanyak yakni 5.232. Sedangkan suara terbanyak selanjutnya Lailata Ridha dengan perolehan suara 4.346.

Lailata Ridha mengaku sangat bersyukur atas kepercayaan PAW anggota DPRD Kota Palembang kepada dirinya.

“Terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah memperjuangkan saya melaksanakan PAW ini, kedepan sebagaimana tugas saya akan memperjuangkan aspirasi masyarakat seadil-adilnya,” katanya.

Pria yang merupakan mantan Anggota DPRD Kota Palembang periode 20014-2019 ini, masuk sebagai Anggota Komisi I DPRD Kota Palembang dan anggota Panitia Khusus (Pansus) 8 yang membahas RPJMD Kota Palembang bersama anggota dewan lainnya.

“Langsung mendapat tugas di Pansus 8 membahas masalah RPJMD, ini akan didalami dulu materinya apa,” katanya.

Ia mengatakan, awal mula masuk ke dunia politik dulu pernah menjadi pengurus Partai Golkar di Kecamatan IB 1 dan sekarang sebagai pengurus Partai Golkar DPD 2.

Alhamdulillah, sekarang dapat kepercayaan lagi menjadi anggota dewan, ya salah satunya sebagai kado ulang tahun,” kata ayah satu anak yang merupakan kelahiran Muaraenim 1 Januari 1967 ini.

Terkait dengan kalahnya suara pada saat pemilihan, menurutnya itu adalah hal biasa dalam dunia politik. Menurutnya, berpolitik itu harus belajar legowo dan jangan mendramatisir segala hal. Terutama ia bersyukur dengan adanya dukungan keluarga, istri dan anaknya.

“Pesan untuk generasi milenial yang ingin masuk ke dunia politik, berpolitiklah yang santun dan beretika,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.