Resedivis Kambuhan Didor Buser Polsek Kemuning

Tersangka saat diamankan

Palembang, Sumselupdate.com — Bukanya bertobat keluar dari penjara, Pria ini justru harus kembali merasakan dinginnya dinding penjara setelah melakukan aksi penodongan terhadap korban Bayu Prasetyo (20) di Jalan Basuki Rahmat Kelurahan, 20 Ilir Kecamatan Kemuning, Kamis (27 /02/2020) lalu.

Aksi nekat Santo warga Tanah Emas Km 14 Kecamatan, Talang Keramat Kabupaten, Banyuasin ini terhenti setelah peluru anggota Buser Polsek Kemuning bersarang di kedua kakinya.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Kemuning Palembang AKP. Robert Sihombing mengatakan, tersangka merupakan resedivis tiga kali masuk penjara kasus pembunuhan dan perampokan kali ditangkap kasus penodongan.

“Dimana aksi penodongannya kali bersama dua orang temannya yang masih dalam pengejaran tim Buser, dengan modus mengacam korbanya dengan pedang. Sehingga korban menyerahkan dua hpnya,” jelasnya.

Tersangka berhasil di tangkap di rumah pacarnya di kawasan bukit besar, namun saat akan ditangkap pelaku ini berusaha melawan anggota sehingga tersangka harus diberikan tindakan tegas dan terukur.

Santo mengatakan, sudah empat kali masuk penjara dalam berbagai kasus kejahatan. Yang pertama ia dihukum 12 dalam kasus pembunuhan, kedua dihukum sembilan tahun lagi lagi dalam kasus pembunuhan, ketiga kasus penodongan ia dihukum 1,6 tahun.

“Ini yang keempat kali aku masuk penjaro, yang terakhir ini kasus penodongan di Sekip samo duo kawan aku. HP nya di jual oleh Debi dan Rivan,” ujar Santo, Selasa (14/4).

Meski ketiga tersangka saat beraksi menggunakan sajam, korbannya tidak dilukai. Sajam yang dibawa tersangka hanya untuk mengancam korban saja. “Kalu korban nyo idak kami apo apo ke cuma kami takut takuti be, aku yang ngambek hp korban waktu itu,”ujar pria yang tubuhnya dipenuhi tato ini.(tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.