Rektor Universitas PGRI Palembang Hadiri Pertemuan Anggota Komisi X DPR RI dan Gubernur Sumsel

Suasana pertemuan antara anggota Komisi X DPR RI dan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, Jumat (14/12/2018).

Palembang, Sumselupdate.com – Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi menghadiri undangan dalam pertemuan antara Komisi X DPR RI dan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, Jumat (14/12/2018).

Kehadiran anggota Komisi X DPR RI dalam rangka Kunker Reses Masa Reses Persidangan II Tahun Sidang 2018-2019 ke Sumatera Selatan. Dalam kesempatan itu, anggota dewan ini menyambangi Griya Agung Palembang.

Bacaan Lainnya

Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi ikut menghadiri pertemuan antara Komisi X DPR RI dan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, Jumat (14/12/2018).

Hadir di pertemuan itu juga, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Prof Selamet Widodo, MS, MM, Rektor Unsri, Direktur Polsri, perwakilan Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel, perwakilan Kejati Sumsel, dan undangan penting lainnya.

Sedangkan dari DPR RI, Ketua Komisi X DPR RI Sultan Adil Hendra dan anggota Popong Otje Djunjunan dari Fraksi Golongan Karya, Ferdiansyah Fraksi Partai Golongan Karya, Ledia Hanifa Amalia dari Fraksi PKS.

Kemudian, Yayuk Basuki dari Fraksi PAN, Sri Meliyana dari Fraksi Partai Gerindra, Arzetty Bilbila Setyawan dari Fraksi PKB, dan sejumlah anggota lainnya.

Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi beramah tamah.

Ketua Komisi X DPR RI, Sultan Adil Hendra mengakui kecerdasan yang ditunjukkan Gubernur Sumsel Herman Deru. Meski baru menjabat 3 bulan, namun visi misinya sudah sangat jauh ke depan. Hal ini dapat dilihat dari respon HD terhadap kehadiran Komisi X DPR RI.

“Kita akui kecerdasannya. Beliau paham betul bidang-bidang yang ada di Komisi X seperti pemuda, olahraga dan ekonomi kreatif. Saya lihat pemikiran beliau terhadap Sumsel luar biasa terutama SDM yang jadi sasaran utama,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga menilai HD sangat konsen dan berpihak pada para guru honorer yang ada di wilayahnya. Hal itu nampak jelas karena dalam diskusi singkat HD dengan lugas menyampaikan aspirasi ke anggota Komisi X yang hadir.

“Keberpihakannya pada honorer sangat tinggi. Selain itu dia juga konsen dengan kelanjutan pemanfaatan Jakabaring. Dia bahkan mengusulkan ini jadi pusat study olahraga di Indonesia. Beliau benar-benar tidak mau menyia-nyiakan ini,” jelasnya.

Suasana pertemuan antara anggota Komisi X DPR RI dan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, Jumat (14/12/2018).

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengeluhkan rendahnya harga karet dan tingginya angka kemiskinan di Sumsel.

Menurutnya, dua hal itu sangat berkaitan erat dengan kualitas dan kelangsungan pendidikan bagi anak-anak di Sumsel, karena sebagian besar mata pencahariaan orang tua mereka adalah petani karet dan sawit.

“Sebagian besar karet di Indonesia ini ada di Sumsel. Saya minta ada terobosan untuk memperbaiki harga jual karet dan sawit ini supaya spirit anak-anak petani karet ini bersekolah tetap terjaga,” jelasnya.

Sementara ini, lanjut HD guna mendongkrak harga komoditi andalan Sumsel tersebut, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya salah satunya segera mendirikan pabrik ban. Pabrik ini diharapkan dapat menyerap karet di tingkat petani.

Sedangkan untuk komoditi sawit, HD berencana kembali mengadopsi programnya saat menjadi Bupati OKUT mengubah sawit dan turunannya CPO menjadi tenaga biodesel dan keluar sebagai produk-produk seperti B100 atau B20.

“OKUT pernah melakukannya dan ini bisa jadi jalan keluar. Saat ini produk CPO kita sulit keluar karena terhalang di Eropa. Saya pikir ini strategi marketing mereka juga karena mereka menjual minyak bunga matahari,” ungkap dia.

Suasana pertemuan antara anggota Komisi X DPR RI dan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, Jumat (14/12/2018).

Bukan hanya mendongkrak harga komoditi, kenaikan harga karet ini diharapkannya juga dapat menjadi cara ampuh menekan angka kemiskinan. Sebab dengan meningkatkan harga jual karet dan sawit, daya beli petani akan ikut terangkat.

“Saya malu angka kemiskinan nasional sudah 1 digit dan Sumsel masih 12,80 persen. Saya ingin angka kemiskinan itu diturunkan sesegera mungkin. Salah satunya dengan peningkatan IPM,” jelasnya.

Terkait kedatangan tim Kunjungan Komisi X DPR RI meliputi Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Ekonomi Kreatif, menurut HD menjadi angin segar bagi Sumsel.

“Kunjungan Komisi X ini memberi angin segar bagi kita. Terimakasih sekali mereka sudah datang. Atas dukungan yang selama ini diberikan, bantuan infrastruktur saat Asian Games sehingga Sumsel sukses menjadi tuan rumah,” katanya.

Suasana pertemuan antara anggota Komisi X DPR RI dan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, Jumat (14/12/2018).

HD berharap dari pertemuan ini permasalahan pengelolaan Jakabaring pasca Asian Games juga bisa dicarikan solusi. HD ingin ada keberlangsungan pemanfaatan fasilitas di Jakabaring selain menjadi tempat event-event bertaraf nasional dan internasional.

Tak hanya membahas, soal Jakabaring, karet dan kemiskinan, dalam diskusi itu, HD juga banyak menyinggung soal status tenaga guru honorer dan upah yang dijanjikan. di hadapan swkitar 35 orang anggota Komisi X, HD menitipkan pesan agar upah guru honor yang dijanjikan sesuai UMR benar-benar direalisasikan dengan tegas dan jelas.

“Harus jelas clusternya honorer seperti apa. Ini harus jelas,” tegasnya. (pra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.