Jakarta, Sumselupdate.com – Rektor Perbanas Institute, Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M.Ec, mengimbau masyarakat tetap optimis menghadapi fluktuasi nilai tukar rupiah.
Mencari solusi konkret penting daripada terjebak dalam kekhawatiran terhadap potensi pelemahan mata uang yang lebih dalam.
Hal tersebut disampaikan Hermanto di sela acara Perbanas Futsal Series II di Jakarta Timur, Jumat (1/5/2026).
Hermanto menjelaskan, fenomena ekonomi self-fulfilling prophecy. Kekhawatiran yang berlebihan justru dapat memicu kenyataan pahit jika publik secara kolektif berekspektasi buruk terhadap nilai tukar.
“Jangan ditunggu-tunggu angka Rp20.000 itu. Kita cukup menyadari rupiah sedang lemah dan solusinya harus dicari. Salah satunya dengan meningkatkan ekspor agar devisa masuk ke dalam negeri dan memperkuat posisi rupiah,” ujar Hermanto.
Terkait kondisi sektor perbankan, Hermanto menilai industri keuangan nasional masih dalam kondisi sehat. Indikator utamanya pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga di angka positif, yakni sekitar 5 persen.
Menurut Hermanto, selama ekonomi tumbuh, penyaluran kredit perbankan akan tetap berjalan.
“Kalau ekonomi kita masih tumbuh positif, seluruh sektor bergerak. Pertumbuhan kredit saat ini masih di kisaran 8 hingga 10 persen. Dalam situasi normal, pertumbuhan dua digit menunjukkan perbankan masih mencetak laba yang signifikan,” tambahnya.
Dikatakan, setiap masalah ekonomi memiliki solusi, dan sebagai akademisi, dia mendorong penguatan optimisme nasional agar sektor investasi dan perbankan tetap stabil di tengah tantangan global.
(**)











