Rawan Kebakaran, Damkar OI Datangi Lapas Kelas 2A Tanjungraja Beri Pelatihan dan Simulasi

Dinas Satpolpp dan Damkar Ogan Ilir (OI) mendatangi Lapas Kelas 2A Tanjungraja untuk memberikan pelatihan dan simulasi mengantasi kebakaran ringan.

Laporan: Henny Primasari

Indralaya, Sumselupdate.com – Gara-garanya adanya kebakaran di Lapas  Tangerang, Provinsi Banten, petugas Dinas Satpol PP dan Damkar Ogan Ilir (OI) mendatangi Lapas Kelas 2A Tanjungraja, untuk memberikan pelatihan dan simulasi mengantasi kebakaran ringan

Simulasi tersebut diadakan di halaman Lapas kelas II A Tanjung Raja. Peserta berasal dari pegawai lapas  dan petugas Damkar Kabupaten Ogan Ilir, yang bertujuan sebagai bekal pengetahuan dan keahlian untuk petugas pada saat menghadapi bencana kebakaran di lemabaga pemasyarakatan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas kelas II A Tanjung Raja, Ramdani Boy BCIp, mengatakan, pihaknya meminta bantuan kepada Damkar Pemkab Ogan Ilir untuk melakukan simulasi identifikasi kebakaran, yang berguna untuk bekal pengetahuan dan keahlian untuk petugas pada saat menghadapi bencana kebakaran dilapas.

“Kita meminta bantuan dari mereka dari teman-teman Dinas Kebakaran Ogan Ilir, untuk melakukan simulasi identifikasi, dan analisa atas kondisi dalam rangka pencegahan terjadinya kebakaran dari mulai sarana dan prasarana, pendukungnya, maupun soal airnya kalau ada kebakaran, akses masuk dan semuanya dianalisis,” kata Ramdani Boy

Kabid Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Ujang Bastari, Kasi Pemeriksaan Emir Sarifudin dan Kasi Operasional Edi Suhardi mengatakan, Selasa (28/9/2021) mengatakan, simulasi pencegahan kebakaran di Lapas Tanjung Raja merupakan, wujud kerjasama antara Lapas Tanjung Raja, dengan Damkar Ogan Ilir, yang mana pihaknya memberi pemahaman tentang bagaimana menghadapi api dengan tidak panik. Selain itu, penting diketahui tentang kondisi Alat Pemadam Api Ringan (Apar) dan cara menggunakannya.

“Ya, ini sebagai wujud tindak lanjut atas permintaan Lapas Tanjung Raja, Jadi Apar itu banyak macamnya. Tapi kita tidak pernah tahu apakah Apar itu masih ada isinya, masih berlaku atau apakah sudah expired. Atau malah kosong. Lebih parah lagi kita tidak tahu cara memakainya,” ujarnya.

Jika tidak memiliki Apar, ia menjelaskan bahwa, untuk menjinakkan api bisa menggunakan bahan yang bisa meresap air. Pada saat melihat api, ia mengimbau untuk tetap tenang dan mencari tahu titik api berasal.

“Di lapas termasuk salah satu titik rawan terjadinya kebakaran,” katanya.

Dari pantauan di lokasi, simulasi melibatkan langsung sejumlah petugas penjaga lapas. Secara bergantian mereka berusaha memadamkan api dengan Apar. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.