Ratusan Warga di Tembagapura Papua yang Disandera KKB Berhasil Dibebaskan TNI dan Polri

Sabtu, 18 November 2017
Proses evakuasi sandera di Papua, Boy Rafli Amar memantau. (Istimewa/detikcom)

Jakarta, Sumselupdate.com – Aparat kepolisian dari Polda Papua dibantu prajurit TNI dari Kodam XVII Cenderawasih berhasil membebaskan 345 warga desa di sekitar kawasan Tembagapura Papua yang disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kapolri, Jenderal HM Tito Karnavian, seusai menghadiri Milad Muhammadiyah ke-105 di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Jumat (17/11/2017) malam, mengatakan, dalam operasi itu semua sandera selamat.

Read More

Namun dalam operasi pembebasan ini satu anggota Polri tertembak kakinya.

Tito menyampaikan, pihaknya sampai saat ini belum mengetahui apakah ada korban dari pihak KKB. Penyebabnya karena medan berupa hutan dan berbukit, sehingga menyulitkan pihaknya dalam menyisir lokasi.

“Tetapi ya sekali lagi saya pikir ini prestasi yang luar biasa, korban yang disandera bisa diselamatkan tanpa ada korban. Prinsip dasar pembebasan sandera itu bila sanderanya bisa diselamatkan tanpa ada korban,” paparnya.

Untuk itu, Tito menyampaikan terima kasih kepada Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo dan seluruh pihak yang terlibat pembebasan sandera. Termasuk Freeport yang telah membantu menyediakan sarana dan prasarana dalam operasi pembebasan.

“Kami akan terus mengejar kelompok-kelompok ini. Kemudian kami harapkan yang sudah dievakuasi korban-korban ini, kami sampaikan jangan sampai kembali melakukan pendulangan liar di sana,” jelasnya.

“Saya sudah berbicara dengan Mensesneg agar Ibu Menteri Sosial bisa membantu untuk menyalurkan (memindahkan) mereka kemana. Tetapi yang jelas tidak boleh, sebaiknya jangan kembali ke tempat itu. Kalau tidak ya nanti di sandera lagi,” pungkas dia.

Sementara itu, Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pangdam XVII Cenderawasih dan jajarannya yang turut membantu pembebasan sandera.

“Dengan terselesainya penyelamatan sandera kali ini dalam kaitan Satgas terpadu maka kami menghaturkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan TNI. Sehingga upaya penyelamatan masyarakat yang tersandera dapat terlaksana dengan baik,” kata Boy dalam perbincangan dengan detikcom, semalam.

Menurut Boy, prajurit TNI yang terlibat dalam operasi pembebasan sandera ini antara lain dari unsur Kopassus, pasukan Raider 751 30 dan Kostrad. Mereka tergabung dalam Tim Satgas Terpadu TNI-Polri.

Operasi pembebasan didahului dengan pengintaian oleh prajurit TNI dan Polri. Ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya serangan dari kelompok KKB. Melihat adanya pergerakan dari prajurit TNI dan Polri, kelompok penyandera kabur ke hutan.

Setelah daerah Kimberly dan Bunti berhasil dikuasai, evakuasi terhadap para sandera pun dilakukan. “Pembebasan sandera hari ini , dewasa 322, anak 23. Dievakuasi dari Kampung Kimberly, Tembagapura,” kata Boy Rafli Amar.

Menurut Boy, Satgas Terpadu TNI-Polri terpaksa mengerahkan prajurit ke Kimberly dan Bunti karena upaya negosiasi yang dilakukan dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama tak membuahkan hasil. Para penyandera selalu memaksakan keinginannya.

“Kita lihat mereka lebih banyak maunya. Kita pikir ini apa gerombolan seenaknya. Langsung kami TNI dan Polri kuatkan gerakan untuk membebaskan sandera,” kata Boy.

Prajurit TNI dan Polri mulai bergerak ke Kimbely dan Bunti sekitar pukul 8 pagi. Upaya pembebasan hingga proses evakuasi selesai sekitar 5 jam kemudian.

Menurut data Humas Polri, sebanyak 345 warga sudah berada di bawah perlindungan aparat dan secara bertahap akan diberangkatkan ke Tembagapura.

Operasi ini dipimpin langsung Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar, Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit dan Asisten bidang Operasi Kapolri, Irjen M Iriawan. (hyd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts