PALI, Sumselupdate.com – Banjir yang menggenangi di Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) selama tiga hari terakhir sangat mengganggu aktifitas warga sekitar. Genangan air yang merupakan akibat dari luapan sungai lematang dan ditambah lagi dengan tingginya curah hujan menggenangi desa tersebut mencapai satu meter lebih.
Dijelaskan Kepala Desa (Kades) Curup, Ballian bahwa saat ini ketinggian air yang menggenangi desanya sudah mencapai batas dada orang dewasa. Dan kondisi ini menurutnya merupakan kondisi terparah di awal tahun ini.
“Bulan lalu juga terendam hampir dua minggu, namun ketinggian air tidak sedalam saat ini. Banjir yang menggenangi desa kami ini sudah tiga hari yakni sejak Selasa (12/2), dan hingga saat ini debit air yang menggenangi belum juga surut-surut,” jelas Kades, Kamis (14/2/2019).
Selain itu, kades juga menjelaskan bahwa sedikitnya sebanyak 200 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir. Saat ini pihaknya terus menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan jangan sampai hal yang tidak diinginkan terjadi.
“Meski ini merupakan banjir tahunan, kita tetap menghimbau warga untuk waspada dan siaga, terutama terus memantau debit air dan mengawasi anak-anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya
Naim (70), salah satu warga Desa Curup menuturkan, meskipun kondisi ini sering terjadi, namun menurutnya sangat menghambat aktifitas warga. Sebab, selain sulit untuk keluar rumah aktifitas bertanipun menjadi terhambat.
“Kalau posisi rumah kita yang dekat dengan jalan raya dapat membuat jembatan yang langsung kepinggir jalan, yang sulit kalau kondisi rumah jauh dari jalan, harus berperahu. Yang lebih kasihan lagi kalau yang rumahnya jauh dan tidak memiliki perahu, harus melintasi air,” ungkapnya.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa selain sulit untuk keluar rumah, untuk memenuhi MCK (Mandi, Cuci, Kakus) kebabyakan warga memanfaatkan kondisi banjir. “Kalau mandi, mencuci, dan buang air memanfaatkan banjir inilah, kalau untuk air minum biasanya memanfaatkan sumur warga yang tidak terendam banjir,” pungkasnya. (adj)











