Jakarta, sumselupdate.com – Ratusan orang sebagian besar perempuan dan anak-anak sudah dibebaskan dari kamp pengungsi al-Hawl di Suriah, kamp yang sengaja dibuat untuk menampung sebagian keluarga pendukung kelompok IS (Islamic State/ISIS).
Sekitar 800 orang wanita dan anak-anak diizinkan untuk meninggalkan kamp al-Hawl. Beberapa dari wanita tersebut tidak menyesal dan tetap menjadi pendukung IS. Kamp ini menampung 73 ribu termasuk paling kurang 20 dari Australia.
Pihak yang mengelola keamanan di kamp tersebut, yaitu Tentara Pembebasan Kurdistan mengatakan sekitat 800 perempuan dan anak-anak tersebut tidak dilihat sebagai ancaman dan telah dibebaskan untuk diserahkan kepada para tetua suku Arab dari daerah sekitar Raqqa.
Kebanyakan mereka yang dibebaskan adalah keluarga dari anggota IS yang diungsikan ke al-Hawl di awal tahun ini, setelah kelompok ekstrimis tersebut mengalami gagal mewujudkan pemerintahan khilafah di sana.
Setelah dibebaskan beberapa perempuan yang keluar dari kamp mengatakan tidak menyesal dan tetap menjadi pendukung IS.
“Saya merasa senang bisa dibebaskan tapi saya harap IS akan memimpin kami kembali,” kata seorang wanita, Safaa Mumen.
Kami lebih bahagia berada di bawah hukum Syariah. ”
“IS akan tetap ada dan bahkan meluas.” katanya lagi.
Seorang wanita lain, Um Anas, mengatakan bahwa ia akan pulang ke Raqqa kota yang pernah menjadi ibukota IS.
Saya bersyukur bisa pulang dan sekarang bisa mengurus diri sendiri. Kami senang bisa keluar dari al-Hawl,” katanya.
“Kami hidup di sebuah rawa, di mana kami merasa haus, lapar, buruk sekali kondisinya.”
Pembebasan kemarin ini tampaknya merupakan gelombang pertama pembebasan pengungsi dari al-Hawl yang akan diteruskan di minggu-minggu mendatang.
Kamp pengungsi itu sekarang menampung sekitar 73 ribu orang termasuk paling sedikit 20 warga Australia. (adm3/dtc)











