Pusri Kembangkan Bank Sampah Sehati di Palembang, 522 Warga Terlibat dan Kurangi Sampah Hingga 2 Ton per Bulan

Writer: - Jumat, 17 April 2026
Warga Kelurahan 3 Ilir Palembang mengelola sampah melalui Program Bank Sampah Sehati binaan PT Pusri Palembang yang berhasil mengurangi volume sampah hingga 2 ton per bulan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – PT Pusri Palembang, anak usaha dari PT Pupuk Indonesia (Persero), terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program circular economy melalui pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui pembentukan Program Bank Sampah Sehati di Kelurahan 3 Ilir, Kota Palembang. Program ini hadir sebagai solusi atas keterbatasan daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah.

Read More

Alih-alih menjadi beban, warga setempat justru mampu mengelola sampah menjadi peluang ekonomi yang bernilai dan ramah lingkungan.

Program Bank Sampah Sehati diketuai oleh Asmuni, sosok penggerak lingkungan yang aktif mengedukasi masyarakat. Program ini mulai berjalan pada 2025, setelah sebelumnya diawali dengan penandatanganan komitmen bersama pengelolaan sampah antara pihak Muspika dan Pusri pada 10 Agustus 2023.

Hingga kini, tercatat sebanyak 522 warga telah menjadi nasabah Bank Sampah Sehati. Melalui program tersebut, volume sampah yang dikirim ke TPA berhasil ditekan hingga rata-rata 1 hingga 2 ton per bulan.

Pengelolaan sampah dilakukan secara terintegrasi. Sampah anorganik dipilah untuk kemudian didaur ulang melalui Bank Sampah Induk, sementara sampah organik diolah menjadi pupuk kompos yang dimanfaatkan kembali oleh masyarakat, terutama untuk kegiatan pertanian dan penghijauan.

Peran Asmuni dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini. Selain mengelola operasional bank sampah, ia juga aktif memberikan edukasi kepada warga terkait pemilahan sampah yang benar, sehingga meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pusri, Rahmawati, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular sekaligus menciptakan dampak sosial berkelanjutan.

“Program Bank Sampah Sehati merupakan wujud komitmen Pusri dalam mendukung penerapan circular economy di tingkat masyarakat. Kami ingin mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi warga,” ujarnya.

Melalui program ini, ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan mulai terbentuk, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai barang buangan, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna.

Ke depan, Pusri berharap program Bank Sampah Sehati dapat terus berkembang dan direplikasi di wilayah lain, sehingga memberikan dampak lebih luas dalam mendukung pelestarian lingkungan serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts