Palembang, Sumselupdate.com – Petugas Polsek Ilir Barat (IB) I akhirnya berhasil menangkap tersangka pembunuhan ketua waria di Palembang.
Korban yang bernama Ismail Efendi alias Ita (36) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam salon miliknya yang berada di Jalan Tuah Patinaya Rusun Blok 12, Lantai I, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan IB I, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan pada Sabtu (16/2/2019) lalu.
Ternyata pelaku tidak lain teman korban yakni Muhammad Jagad (30).
Dari pengakuan tersangka, dia tega menghabisi korban lantaran rasa kesal dan jengkel kepada korban yang sering marah dengan mencaci dan mencela pelaku dengan kata-kata kasar.
“Saya menghabisi korban karena dia sering marah, apalagi kata kasarnya itu Pak, dia bilang ke saya dengan kata kasarnya seperti kata anjing, babi. Itulah membuat saya kesal dan emosi,” ujarnya di depan petugas.
Sebelum membunuh korban, pelaku sempat meminta uang kepada korban untuk ongkos pulang ke Curup, Provinsi Bengkulu.
Pelaku mengaku ingin menemui istrinya tapi korban bukan memberi uang, namun justru korban malah memarahi pelaku.
“Di situlah emosi saya memuncak Pak, apalagi bawaan shabu jadi saya bunuh korban dengan menggorok leher korban sebanyak dua kali dengan pisau dapur,” katanya.
Saat leher digorok korban sempat menjerit minta tolong. Melihat korbannya memberontak, tersangka kian gelap mata dan langsung memukul kepala korban dengan batubata yang ada di dapur hingga korban tak bergerak. Setelah dipastikan korban meninggal, pelaku langsung melarikan diri.
“Usai membunuh korban, saya sempat lari ke Pulau Jawa di Kota Tanggerang, kemudian saya ke Curup untuk menemui istri dan anak. Kemudian saya ditangkap oleh polisi Polda Bengkulu dalam kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor),” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek IB I Palembang, Kompol Masnoni mengatakan, pelaku pembunuhan ketua waria ini ditangkap di Bengkulu setelah berkerja sama dengan Polda Bengkulu.
“Pelaku ini ditangkap oleh Polda Bengkulu, lantaran terlibat aksi curanmor di Bengkulu,” tuturnya.
Dirinya menuturkan korban dan pelaku ini ada hubungan teman tapi mesra. Pelaku nekat membunuh korban lantaran emosi kepada korban yang sering marah sama pelaku dengan kata kasar.
“Pelaku sempat meminta uang kepada korban tapi tidak dikasih, sehingga pelaku nekat melakukan pembunuhan terhadap korban ini, dengan cara digorok lehernya sebanyak dua kali dengan pisau dapur kemudian memukul kepala korban dengan batubata, dan mengambil uang korban yang didapat bantuan dari pemerintah untuk organisasi waria,” tutupnya. (tra)











