Proses Evakuasi Berhasil, Korban Serangan Harimau Dinyatakan Meninggal dengan Kondisi Sangat Menggenaskan

Kamis, 5 Desember 2019
Petugas Polsek Dempo Selatan sedang melakukan pengarahan kepada warga untuk proses evakuasi Yanto yang tewas diterkam harimau saat di kebun kopinya, Kamis (5/12/2019).

Pagaralam, Sumselupdate.com – Proses evakuasi Yanto (40), warga Dusun Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan yang diserang harimau saat berada di kebun kopinya, akhirnya berhasil dilakukan.

Proses evakuasi yang melibatkan petugas Polsek Dempo Selatan, TNI, Polisi Hutan (Polhut), Polisi Pamong Praja, dan masyarakat setempat, Kamis (5/12/2019), memakan waktu cukup lama.

Read More

Pasalnya, jarak antara kediaman korban dan kebun kopinya memakan waktu dua jam, dengan kawasan terjal berbukitan.

Saat ditemukan aparat dan masyarakat, kondisi tubuh korban sangat menggenaskan.

Selain isi perut sudah tidak ada lagi, paha dan kaki korban sudah kelihatan tulang. Pada tubuh korban juga kelihatan tulang rusuknya, dan kepala korban sudah dalam kondisi tak bisa dikenali lagi.

Saat ini jenazah korban dibawa petugas ke RSUD Besemah Kota Pagaralam untuk dilakukan visum.

Berdasarkan penuturan warga, korban Yanto sudah tidak pulang ke rumah sejak Senin (2/12/2019) atau empat hari lalu.

Keluarga mulai curiga dan melakukan pencarian setelah mertua korban meninggal dunia. Dan akhirnya kasus serangan harimau yang menewaskan Yanto akhirnya terungkap.

Warga bersama aparat gabungan bersiap melakukan upaya evakuasi.

 

Serangan harimau ini menambah daftar panjang korban dari keganasan hewan buas yang dilindungi ini.

Sebelumnya, tiga warga yang masing-masing satu dari Kabupaten Lahat dan dua warga Kota Pagaralam sudah menjadi keganasan harimau Sumatera ini.

Korban pertama adalah Irfan (22), warga Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Irfan menderita luka berat dan cukup parah setelah diterkam harimau di dekat pemukiman warga yang tinggal di kawasan kebun teh Gunung Dempo Kota Pagaralam.

Peristiwa yang menimpa warga Sekayu ini terjadi pada Jumat (15/11/2019), sekitar pukul 20.30 WIB.

Dua hari kemudian tepatnya pada 17 November 2019, serangan harimau kali ini dialami Kuswanto (28), warga Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat.

Korban meninggal dunia diterkam saat sedang merumput (baca: menyiangi rumput) di kebun kopi. Kuswanto menemui ajal setelah lehernya diterkam harimau.

Sedangkan kejadian ketiga menimpa Marta Rulani (24) bin Alfian, warga Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam.

Korban diterkam harimau di bagian paha sebelah kanan dengan luka gigitan dan cakaran kuku hewan buas tersebut. Beruntung korban selamat dari maut.

Peristiwa menggegerkan warga Kota Pagaralam ini terjadi, Senin (2/12/2019) sekitar pukul 09 00. Serangan hewan buas ini saat korban sedang menyiangi rumput di kebun kopi. (ric/edo)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts