PALI, Sumselupdate.com – Adanya rencana program transmigrasi di Desa Tempirai Selatan dan Tempirai Barat, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI, Provinsi Sumatera Selatan menuai kritikan tajam dari Himpunan Mahasiswa PALI (HIMAPALI)Sumsel.
Bahkan, HIMAPALI Sumsel berencana akan melakukan aksi damai pada Selasa (16/7) nanti, untuk menuntut Pemkab PALI agar mengkaji ulang kebijakan transmigrasi yang dinilai HIMAPALI Sumsel keliru tersebut.

“Memang benar kami akan lakukan aksi unjuk rasa mengenai program transmigrasi. Kami menuntun agar kebijakan tersebut dikaji ulang. Dan harus dipikirkan juga dampak dalam jangka panjangnya,” ucap Reza Utama, ketua umum HIMAPALI SUMSEL saat dihubungi via telpon, Jumat (12/7/2019).
Ia juga menilai, program transmigrasi sangat tidak selaras dengan semangat terbentuknya kabupaten PALI sebagai salahsatu Daerah Otonomi Baru (DOB).
“Sebagai DOB, harusnya Kabupaten PALI lebih memberdayakan masyarakat lokal, ketimbang mendatangkan warga yang bukan asli PALI. Bahkan, ada anggota HIMPALI Sumsel yang sudah survey langsung, sejumlah masyarakat tidak setuju dan meminta agar lebih diberdayakan masyarakat lokal,” imbuhnya.
Selain itu, Reza Utama juga meminta kepada dinas terkait untuk transparan mengenai anggaran dalam pelaksanaan program transmigrasi tersebut.
“Kami juga menuntut agar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PALI terbuka dan transparan mengenai anggarannya. Program transmigrasi sangat keliru dan tidak berpihak kepada masyarakat lokal,” tutupnya.
Sebelumnya, sempat tersebar di media sosial mengenai adanya aksi damai yang akan dilakukan oleh HIMAPALI Sumsel pada Selasa (16/7) lalu. Dengan nomor surat 099/HIMAPALI/VII/2019, perihal surat pemberitahuan aksi damai dari Simpang Lima Pendopo, Sekretariat DPRD PALI, serta Kantor Bupati PALI. (adj)











