Palembang, Sumselupdate.com – Program Internet Desa dan Webiste Desa Sumsel Maju untuk Semua yang diinisiasi Gubernur Sumsel H Herman Deru secara resmi diluncurkan, Senin (12/11). Seperti apa ide dan terobosan itu di mata pengamat dan para ahli?
Dr Wijang Widhiarso, M.Kom, Dosen Program Studi Teknik Informatika STMIK GI MDP dengan keahlian khusus di bidang e-government, IT planning dan sistem informasi angkat bicara.
Secara umum Wijang menilai kebijakan HD menyediakan akses internet sampai ke pelosok desa itu menurutnya merupakan sesuatu yang positif. Karena dengan internet artinya HD ingin masyarakat Sumsel sampai di level bawah sekalipun melek informasi dan teknologi.
Namun, penyediaan internet dengan memberikan bandwith saja, dikatakan Wijang tidak cukup. Menurutnya Pemprov Sumsel harus menyesuaikan program ini dengan visi misi Sumsel kedepan dengan cara menyediakan program lanjutan.
“Untuk penyediaan internet di desa secara masif, saya kira ini adalah hal baru. Artinya Dia (Gubernur) punya visi yang agak jauh kedepan. Sumsel tentu bisa menjadi pioner asalkan setelah ini ada program lanjutan,” jelas Wijang.
Program lanjutan yang dimaksud Wijang adalah dalam bentuk pendampingan sehingga akses internet yang didapat masyarakat desa tidak hanya sebatas digunakan untuk melihat youtube saja. Namun pemanfaatannya diawasi dan melibatkan orang yang memang pakar dan ahli di bidangnya.
“Jadi kemanfaatannya besar. Setiap desa harus disiapkan pembimbing khusus supaya semua potensi di daerah tergali. Tidak semua warga desa itukan petani, ada pariwisata, ada juga perikanan. Ahli yang bisa mengakses pengembangan bidang-bidang itu harus ada. Jadi masyarakat bisa melihat tutorial, atau sharing group dengan market share yang lebih besar. Biar semakin keren program internet desa itu.harus pendampingan,” tambah Wijang.
Akan lebih baik lanjut Wijang, jika pemerintah memiliki data base potensi-potensi apa saja yang ada di daerah untuk diangkat dan dikembangkan.
“Program ini bagus sekali, tapi saya khawatir kalau ini dilepas begitu saja. Kalau cuma dipakai buat melihat youtube tentu manfaatnya sangat kurang sekali. PR Pak HD ya itu, internet desa harus dilanjutkan dengan program pendampingan yang tepat,” tegasnya.
Untuk mendapatkan tenaga-tenaga pendukung pendampingan, lanjut Wijang, pemerintah sebenarnya bisa memanfaatkan lulusan universitas yang sudah lebih dulu dibekali di lembaga khusus, kemudian diendorse seperti yang dilakukan di microsoft.
“Intinya jangan sampai program ini hanya bagi-bagi bandwith saja. Seperti yang terjadi di beberapa tempat, dulu ada juga namanya internet kecamatan. Hasilnya begitu saja, karena tanpa pendampingan,” ucapnya.
“Padahal sangat banyak yang bisa dilakukan dengan akses internet itu. Misalny Pemilu Desa biaya jadi murah dengan elektronik tanpa kertas lagi sehingga elektronik demokrasinya hidup. Kalau Sumsel bisa lakukan itu, tentu keren sekali,” dirinya melanjutkan. (rel)











