Produksi Vaksin Sendiri, Erick Thohir Ingin Buktikan Indonesia Berdaulat Bidang Kesehatan

Jumat, 10 Juni 2022
Menteri BUMN Erick Thohir.

Jakarta, sumselupdate.com – Indonesia terus mengembangkan vaksin corona melalui tiga institusi yang ditunjuk, antara lain Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, PT Kalbe farma, dan PT Biofarma. Penelitian dan uji klinis vaksin sudah dilakukan sejak tahun 2021 dan dipastikan akan disebarkan tahun 2022.

Direktur Utama Biofarma, Honesti Basyir memastikan vaksin Corona yang akan disebarkan tahun ini tidak hanya digunakan dalam negeri, namun akan disebarkan ke negara yang membutuhkan.

Read More

“Kita bisa mendonasikan vaksin kita ke negara yang membutuhkan, terutama low medium income countries,” kata Honesti Basyir seperti dikutip dari akun instagram pribadi Menteri BUMN Erick Thohir @erickthohir, Jumat (10/6).

Menurut Honesti Basyir, selama pandemi Covid-19 Indonesia menjadi negara empat besar yang jumlah vaksinasinya tinggi, dan hal ini memacu  Kementerian BUMN memproduksi vaksin sendiri.

“Alhamdulillah, kita masuk negara ke 4 terbesar dalam jumlah vaksinasi,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu, Kepala Badan POM Penny Lukito mengatakan vaksin yang diproduksi  BUMN lewat tiga lembaga adalah yang pertama di Indonesia, dan vaksin ini dikembangkan dari hulu hingga ke hilir.

“Vaksin BUMN adalah vaksin pertama yang pengembangannya dari hulu sampai hilir,”tuturnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir memastikan Indonesia sebagai bangsa besar harus berdaulat di bidang kesehatan. Selain itu, langkah diproduksi vaksin sendiri oleh BUMN sebagai bukti Indonesia bukanlah negara fakir dalam industri kesehatan.

“Kita sebagai bangsa besar menjadi fakir di sains dan industri kesehatan modern, tidak mungkin kita sebagai bangsa besar juga tidak ingin berdaulat untuk kesehatan kita,” tegasnya.

Mantan Presiden Inter Milan itu pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang sudah mendukung Pemerintah  memproduksi vaksin sendiri, dan  bersedia mengikuti program vaksinasi.

“Alhamdulillah, sudah dukung Pemerintah, kalau mau vaksin di depan saya, dapat foto bareng Pak Wamenkes, sama Bu Kepala BPOM. Gak usah takut, vaksin di tangan kok, bukan di kepala,” kelakar Erick Thohir kepada salah satu warga yang akan divaksin.

Sebagaimana diketahui, vaksin yang diproduksi Kementerian BUMN lewat tiga lembaga Biologi Molekuler Eijkman, PT Kalbe farma, dan PT Biofarma ini awalnya diberi nama vaksin Merah Putih. Namun, hingga saat ini nama vaksin tersebut belum ditetapkan  Pemerintah.

Selain itu, pihak pengembang vaksin dalam negeri juga bekerja sama dengan Sinovac Biotech, perusahaan biofarmasi asal Cina mengembangkan vaksin virus corona.

Menurut mereka, Sinovac dipilih karena kredibilitasnya dalam memproduksi sejumlah vaksin untuk lebih dari 30 negara di dunia. Salah satunya vaksin Hepatitis A yang sudah mendapat pengakuan atau lulus pre-kualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts