Prabowo Sowan ke Kiai Sepuh Jatim, Muzani: Beliau Minta Doa Restu Untuk 2024

Selasa, 27 Desember 2022
Prabowo sowan dan minta doa restu ulama dan kiai di Jawa Timur

Surabaya, sumselupdate.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan belasan ulama dan kiai sepuh Jawa Timur (Jatim), di sebuah restoran di Kota Surabaya, Senin (26/12/2022).

Menurut Sekjen Gerindra Ahmad Muzani yang mendampingi Prabowo saat itu, dalam pertemuan tersebut Prabowo meminta doa restu kepada belasan ulama-kiai kondang asal Jatim terkait rencana pencalonannya sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

Read More

“Pak Prabowo menjelaskan kepada beliau bahwa proses demokrasi juga sekarang dalam proses berjalan. Karena itu seperti yang dimandatkan oleh partai, beliau mencoba terus ingin tetap memberi pengabdian yang baik untuk bangsa dan negara. Karena itu beliau berharap bisa mendapatkan restu, mendapatkan pangestu dari para kiai dan ulama untuk 2024,” kata Muzani.

Muzani yang juga Wakil Ketua MPR RI itu menyebut bahwa dengan adanya pertemuan ini diharapkan basis pemilih Prabowo dan Gerindra bisa semakin kuat di Jatim.

“Ini silaturahmi untuk ngalap berkah. Ya terus kami harapkan sebagai kekuatan yang dominan bagi kemajuan masyarakat Jatim dan bagi perubahan-perubahan yang signifikan. Saya berharap Gerinda dapat kepercayaan dan perolehan suara yang lebih signifikan di Jatim baik untuk DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, DPR RI, dan pilkada nanti,” ujarnya.

Saat pertemuan dengan para ulama-kiai, lanjutnya, Prabowo menegaskan komitmen Gerindra berkoalisi dengan PKB, termasuk urusan capres-cawapres yang akan dibahas dirinya dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar.

“Ya beliau mengatakan bahwa sekarang ini Gerindra sudah berkoalisi, bekerja sama dengan PKB. Karena itu, di dalam salah satu poin kerja sama calon presiden dan calon wakil presiden dari koalisi Gerindra dan PKB ditentukan oleh Pak Prabowo dan Pak Muhaimin. Sehingga siapa saja yang disepakati kedua tokoh itu, tidak masalah,” kata Muzani.

Pertemuan dengan belasan ulama-kiai tersebut juga untuk meminta masukan dari para ulama terkait pertahanan negara. Sebab, Prabowo sebagai Menhan berprinsip bahwa pertahanan negara menjadi tanggung jawab semua elemen bangsa, termasuk ulama dan tokoh masyarakat.

“Pak Prabowo juga menjelaskan tentang berbagai macam situasi geopolitik dan beberapa persoalan lain yang dihadapi negara termasuk potensi negara, juga persoalan yang bisa menjadi masalah bagi pertahanan negara kita,” pungkasnya. (ril)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts