Palembang, Sumselupdate.com – Kementerian Parawisata Republik Indonesia, sebagai penyelenggara pemerintahan di bidang Parawisata terus berupaya mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal di bidang Parawisata.
Untuk memenuhi kuota yang tersebut, Menteri Parawisata saat ini memberikan izin pembangunan terhadap dua Pendidikan Tinggi yakni di Palembang dan Mandalika Lombok yang memang fokus bidang Parawisata.
Potensi Sumatera Selatan dinilai cukup besar, hal ini terlihat dari meningkatnya aktivitas bauran pariwisata di Sumatera Selatan yang meliputi aspek fisik, event dan program.
Minimnya ketersediaan SDM yang berkompetensi dan tersertifikasi, membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan cepat mengambil langkah dengan menyediakan lahan serta ketersediaan APBD, yang didukung Kemenpar, dan Bappenas.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Sumatera Selatan, Irene Cameline Sinaga, Senin (06/6) mengatakan sejak
ditunjuk membangun Politeknik Pariwisata Negeri maka dengan segera pula menyelesaikan administrasinya.
“ Saat ini untuk percepatan serta bentuk keseriusan, Gubernur Sumsel telah menghibahkan tanah seluas 20,33 hektar untuk pembangunan Politeknik Parawisata Palembang di daerah Jakabaring,” urainya.
Lebih lanjut Irene menyampaikan, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia memberi tugas kepada Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STP Bandung) untuk membuat kajian terhadap pendirian Lembaga Pendidikan Pariwisata di Sumatera Selatan (Palembang) yang direalisasikan dengan berdirinya Politeknik Pariwisata Negeri Palembang (Poltekpar Palembang).
“Pengkaderan insan Parawisata tidak hanya akademis tapi juga attitude, oleh karenanya kiblat Poltekpar Palembang adalah STP Bandung. Sesuai visi yang disampaikan oleh Gubernur Sumsel, bahwa pembangunan Poltekpar Palembang harus berskala dan berstandar internasional,” katanya.
Sementara itu Zulkifli perwakilan dari STP Bandung mengatakan, Poltekpar merupakan lembaga pendidikan yang dibawahi langsung Kementerian Parawisata.
“Selain itu Poltekpar Palembang juga di dukung oleh Institusi Pendidikan di dalam negeri dan di luar negeri, seperti Universitas Sriwijaya, IMI Switzerland, Leeds Becket University- UK (LBU) dan Schenectady County Community College – New York (SCCC),” ucapnya.
Lanjut Zulkifli, Pada angkatan pertama pada Tahun Akademik 2016-2017, Politeknik Pariwisata Negeri Palembang akan membuka 4 program studi yakni :
1. Program studi Divisi Kamar, jenjang pendidikan Diploma III.
2. Program studi Tata Hidang, jenjang pendidikan Diploma III.
3. Program studi Seni Kuliner, jenjang pendidikan Diploma III.
4. Program studi Konvensi dan Acara, jenjang pendidikan Diploma IV.
“Perkuliahan akan dimulai pada Agustus 2016 nanti. Untuk Desain Kurikulum dan
metode pembelajaran menggunakan mengedepankan ASEAN Common Competency Standards for Tourism Professionals (ACCSTP) dan standar global dari United Nation World Tourism Organization (UNWTO).” Katanya.
Ia menambahkan dengan menerapkan kurikulum berbasis kompetensi di setiap Program Studi, Politeknik Pariwisata Negeri Palembang merupakan lembaga pendidikan tinggi pariwisata yang akan menjawab kebutuhan sumber daya manusia untuk mengembangkan insan pariwisata yang mumpuni mengingat secara geografis, geostrategis dan geopolitis terletak diantara negara-negara ASEAN sehingga memudahkan untuk melakukan kerjasama lintas nasional, regional maupun menjawab tantangan secara global. (adi)











