Polisi Ringkus Paman Pemerkosa Keponakan, Pelaku Sangkal Perbuatannya

Kasubdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Masnoni SIK

Laporan Andika Pratama

Palembang, Sumselupadate.com – Kasus dugaan tindakan asusila yang dilakukan RO (20) terhadap dua keponakan perempuannya yang berumur tujuh tahun dan tiga tahun di Kabupaten OKI beberapa waktu lalu, saat ini Tim Subdit Renakta di-backup tim Opsnal Unit 5 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel yang dipimpin Kompol Junaidi SH telah mengamankan pelaku, Rabu (12/10/21) pukul 03.00 WIB.

Read More

Setibanya di Polda Sumsel, pelaku langsung diserahkan ke Subdit IV Renakta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasubdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Masnoni SIK mengatakan, hingga kini petugas baru meminta keterangan sebatas lisan dari kedua korban yang baru berusia 7 tahun dan 3 tahun tersebut. Namun, tersangka tetap tidak mengakui melakukan tindakannya.

“Meskipun pelaku tidak mengakui perbuatannya, namun kita tetap fokus pada bukti-bukti, seperti hasil visum yang hasilnya baru akan didapatkan beberapa hari mendatang,” ujarnya, Rabu (13/10/21) sore.

Lanjut Kompol Masnoni menjelaskan, untuk kepentingan penyidikan dan keamanan, saat ini kedua korban dan ibunya telah ditempatkan di save house (rumah aman).

Masnoni menjelaskan, tujuan ditempatkannya kedua korban dan ibunya di save house, selain faktor keamanan juga untuk lebih memudahkan penyidikan.

“Tidak hanya itu namun kita juga menyiapkan seorang psikiater yang diharapkan akan dapat menggali lebih detial lagi informasi dari kedua korban yang masih anak-anak,” kata Masnoni lagi.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini kedua korban masih mengalami rasa trauma akibat kejadian tersebut.

Dn dan kerabatnya mendatangi Unit Remaja Anak Wanita (Renakta) Polda Sumsel untuk meminta keadilan agar kasus dugaan rudapaksa yang dialami anak perempuannya segera diusut tuntas.

Dilaporkan sebelumnya, kasus dugaan permerkosaan bocah perempuan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berinisial RS (7) dilaporkan oleh Dn (27), ibunda korban di Unit Remaja Anak Wanita (Renakta) Polda Sumsel.

Dalam laporannya, Dn mengungkapkan jika pelaku berinisial R (20) yang merupakan paman korban atau adik kandung dari suaminya Dn.

Sebelumnya Dn telah membuat laporan terkait kasus tersebut ke Polda Sumsel pada Senin (11/10), bernomor STTLP/937/X/2021/SPKT Polda Sumsel tertanggal 11 Oktober 2021 dan saat ini laporan tersebut masih dalam penyelidikan.

Rn (31) kerabat Dn saat ditemui di Polda Sumsel mengungkapkan sebelumnya korban bersama ibunya mendatangi Polres OKI untuk melaporkan kejadian tersebut.

Namun menurut dia, pihak Polres OKI menganjurkan mediasi dengan keluarga pelaku.

“Kita tidak mau berdamai, kita minta keadilan untuk korban, mangkanya (makanya) kita melaporkan kejadian itu ke Polda Sumsel,” ujar Rn, Selasa (12/10/2021).

Dikatakan Dn, sebelumnya ibu korban takut untuk melapor karena keluarga pelaku mengancam akan melaporkan balik kasus dugaan penganiayaan yang dialami pelaku.

“Jadi warga sempat emosi mendengar adanya kasus rudapaksa yang dialami korban, sehingga pelaku diamankan dan diamuk masa. Namun saya tetap meyakinkan ibu korban agar melaporkan kejadian itu,” katanya.

Sementara itu, Dn ibu korban berharap agar kasus tersebut segera diusut tuntas agar pelaku segera ditangkap.

“Harapan kita pelaku segera ditangkap, dan hukum seberat-beratnya,” cetusnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus rudapaksa yang dialami seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun di Kabupaten OKI, belakangan diketahui pelakunya diduga paman korban inisial R (20) yakni adik dari suami Dn.

Peristiwa dugaan pemerkosaan tersebut terjadi di rumah mertua Dn. Aksi tersebut diketahui pada saat korban bercerita kepada ibunya, sehingga ibunya mendatangi puskesmas untuk melalukan visum.

“Hasilnya (visum –red) perawat dan dokter mendapati sobekan dan peradangan pada kemaluan anak saya, sehingga anak saya dikatakan sudah tidak perawan lagi,” kata Rn. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.