Polisi Buru Dua Pelaku Lain Terkait Bom Panci

Minggu, 11 Desember 2016
Petugas melakukan olah TKP di kos-kosan di Jalan Bintara Jaya VIII, Bekasi, Jabar, Minggu (11/12/2016). (detikcom)

Jakarta, Sumselupdate.com – Mabes Polri saat ini masih memburu dua pelaku dalam terkait penemuan bom panci yang berdaya ledak tinggi di Bintara, Bekasi Barat. Saat ini aparat sudah menciduk 4 tersangka.

“Tersangka ada 4 tersangka yang dilakukan penangkapan, 2 orang lagi masih DPO. Kemungkinan akan berkembang lagi untuk pelaku-pelaku yang lain,” tutur Kabag Mitraropenmas Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Awi Setiyono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta seperti dikutip detikcom, Minggu (11/12/2016).

Read More

Dua Tersangka berisnisial MNS dan AS, keduanya laki-laki, ditangkap di fly over Kalimalang. Kemudian DYN, perempuan ditangkap di rumah kontrakan di Bintara, Bekasi. Dan seorang tersangka lagi, S, laki-laki ditangkap di Karanganyar, Jawa Tengah .

Bom ini rencananya akan dibawa ke obyek vital di Jakarta pada hari ini. Sebelum niat itu dijalankan, para tersangka sudah lebih dahulu ditangkap kemarin.

Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto mengatakan, keempat tersangka berasal dari satu titik, yakni Solo, Jawa Tengah.

Termasuk perempuan berinisial DYN yang belakangan diketahui bernama Dian Yulia Novi, meski menyewa kos di Bekasi dan berasal dari Cirebon, namun dia pernah tinggal di Solo. Ada pula NS dan AS yang ditangkap di Kalimalang Jakarta Timur dan SY yang ditangkap di Karanganyar, semuanya pernah berada di Solo.

Keempat orang yang ditangkap adalah jaringan Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara (JAKDN) dengan pentolannya bernama Bahrun Naim. Sosok Bahrun pernah mencuat saat peristiwa ledakan bom dan penyerangan di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, meski pihak Bahrun membantah dugaan keterlibatan itu.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Jawa tengah Irjen Condro Kirono menyatakan ada peningkatan kewaspadaan di Solo menyusul pengungkapan rencana aksi terorisme berikut bom siap ledak di Bekasi pada Sabtu (10/12) kemarin.

Condro juga membenarkan adanya pengembangan kasus di Solo terkait penangkapan jaringan teroris di Bekasi. Pengembangan itu berupa deteksi alamat, karena sesuai informasi tiga orang yang ditangkap adalah beralamat di Solo dan sekitarnya.

Polisi sendiri sudah melakukan olah TKP di kos-kosan terduga teroris Bekasi. Masyarakat yang sedang menonton bangunan kosan tersebut, diminta oleh petugas untuk menjauh.

Pantauan di lokasi, pukul 10.40 WIB, di Jalan Bintara Jaya VIII, Bekasi, Jabar, Minggu (11/12/2016), petugas sedang melakukan olah TKP. Hal itu dilakukan untuk melakukan pengembangan dari kasus ini.

Warga sekitar yang awalnya berkerumun di depan kos-kosan langsung diminta polisi untuk menjauh.

“Kami imbau warga sekitar untuk mundur,” ujar petugas kepolisian.

Sedangkan Ketua RT setempat, Suhada, mengatakan, indekos yang menjadi lokasi penemuan bom panci ini telah berdiri sejak dua tahun yang lalu.

“Sudah 2 tahun. Ada 10 kamar, 2 lantai. Penghuninya campur. Ada yang suami istri juga,” jelas Suhada.

Sebelumnya pada Sabtu (11/12), polisi mencokok Dian dari kosan tersebut. Selain mencokok Dian, polisi juga menemukan bom panci di kosan Dian. Selain Dian, ada pria berinisial NS dan AS yang dicokok Densus 88 di Kalimalang, Jakarta Timur. (hyd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts