PALI, Sumselupdate.com — Belum hilang wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke peternak sapi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kini penyakit cacar justru muncul dan menebar ancaman ke sapi milik peternak.
Bahkan kasus cacar misterius telah memakan korban, dan membuat sejumlah sapi menjadi tak berdaya dan terancam mati, karena tidak tertolong diduga keterlambatan dalam pengobatan.
Seperti dikatakan, Budi, salah satu peternak sapi asal Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi mengaku salah satu sapinya mati dan tidak sempat disembelih.
“Sapi peliharaan kami sudah dicek dokter hewan, namun kondisi saat dicek sudah parah,” ujarnya.
Dijelaskanya, gejala yang dialami sapinya, berawal dari munculnya adanya benjolan-benjolan kecil di bagian badan sapi.
“Awalnya terdapat bentol-bentol, lalu pecah dan membentuk luka mirip cacar. Kemudian luka itu bertambah, imbasnya nafsu makan sapi hilang kemudian selang beberapa hari, sapi ambruk,” terangnya.
Ditambahkan Rida, peternak asal Desa Karta Dewa, Kecamatan Talang Ubi yang mengatakan, bahwa sudah dua ekor sapinya jadi korban penyakit cacar.
“Sapi kami sudah dua kali ini alami sakit mirip cacar, bahkan yang kasus kedua sudah berupaya diobati dengan berbagai macam cara, dokter hewan pun sudah dua kali memberikan obat tetapi tidak ada pengaruhnya. Setelah dua kali diobati dokter hewan dan sapi tambah parah, maka kami putuskan untuk disembelih,” ungkapnya.
Dengan kasus penyakit mirip cacar yang menyerang sapi peliharaannya, Rida khawatir akan menyebar ke sapi lainnya.
“Kami berharap ada obat atau vaksin untuk menyembuhkan penyakit tersebut, karena kami khawatir sapi-sapi kami yang masih sehat tertular,” harapnya.
Sementara, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Ahmad Jhoni, SP MM mengatakan, bahwa kasus cacar pada tubuh sapi ini sudah terdeteksi sejak tiga bulan lalu.
“Sudah sejak tiga hari lalu. Namun, penyakit cacar ini tidak lebih parah dari wabah PMK selama ini. Untuk itu para peternak harus bisa menjaga kondisi ternaknya agar tetap sehat dengan asupan makanan bergizi dan vitamin yang cukup,” ujarnya.
Ditambahkannya, bahwa peternak bisa meminta bantuan dokter hewan apabila menemukan adanya sapi mereka yang alami cacar.
“Namun, dokter hewan akan lakukan pengecekan apabila sapi tersebut memiliki eartag,” pungkasnya. (adj)











