Baturaja, Sumselupdate.com – Palang Merah Indonesia (PMI), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), menargetkan akan menyasar para pelajar usia produktif untuk donor darah.
Sekretaris PMI OKU Yunizir didampingi Kabag Manejemen Kualitas, Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI OKU, Dedi Arisandi menjelaskan pihaknya terus melakukan sosialiasi salah satunya dengan para pelajar.
“Kita akui kesadaran masih rendah untuk melakukan donor darah di OKU. Menyikapi hal itu kita terus melakukan sosialisasi kesadaran donor darah ini. Yang kita utamakan kepada pelajar,” katanya saat dibincangi, Kamis (24/11/2016).
Mengapa menyasar pelajar, sebab usia produktif donor darah pemula ini 17 tahun ke atas dan maksimal usia 50 tahun lebih.
“Harapan kita mensosialisasikan ke pelajar ini targetnya bukan sekarang. Namun dua sampai tiga tahun ke depan. Dengan harapan melakukan aksi donor darah ini sebagai gaya hidup di OKU ke depannya,” ucapnya.
Ia menjelaskan, di Kabupaten OKU ini per bulan dibutuhkan 700 kantong darah. Hal ini belum bisa terpenuhi, sebab stok di PMI tidak sampai sebanyak itu. Meski demikian bukan berarti kebutuhan darah tidak terpenuhi, menurutnya tetap dapat dipenuhi. Sebab jika PMI terjadi kekosongan, yang membutuhkan darah langsung mengajak pendonor untuk diambil darahnya.
“Dalam sehari, relawan sukarela yang donor darah ke UTD PMI ini per hari paling 2 sampai 3 orang saja. Kebanyakan pendonor ke PMI itu, sifatnya situasional. Saat ada yang membutuhkan darah baru melakukan donor,” ucapnya.
Disinggung mengenai permintaan darah ini kebanyakan digunakan untuk pasien mana, kata Yunizir, hampir 20 persen dari kebutuhan dibutuhkan untuk permintaan pasien penyakit ginjal yang memerlukan cuci darah.
“Selebihnya untuk permintaan pasien lain, misalnya kecelakaan dan operasi,” ucapnya. (Yan)











