Plt Sekda Minta TTIC Tersebar di Seluruh Sumsel

Senin, 22 Mei 2017
Pengiriman perdana Beras Gapoktan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) ke Tokoh Tani Indonesia.

Palembang, Sumselupdate.com – Pelaksana tugas (Plt) Sekda Sumsel Joko Imam Sentosa secara resmi melaunching Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Sumsel di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Senin (22/5).

Dia mengharapkan TTIC tidak hanya ada di Palembang, melainkan agar tersedia juga di seluruh kabupaten/kota di Sumsel.

Read More

Setelah launching TTIC, Joko juga melepas pengiriman perdana beras Gapoktan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) ke Toko Tani Indonesia. Beras tersebut dikirimkan ke DKI Jakarta yang akan dilakukan hingga akhir 2017 dengan total kontrak sebanyak 650 ton.

Joko mengatakan, ketersedian pangan yang cukup, aman dan bermutu merupakan prasyarat utama yang harus dipenuhi pemerintah dalam mencakupi kebutuhan pangan bagi masyarakat. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri pangan sangat krusial bagi kehidupan manusia.

Dia menilai, kenaikan harga pangan kebutuhan pangan pokok yang tiap tahunnya terjadi, menjadi masalah rutin bagi masyarakat dan pemerintah.

“Kenaikan harga pangan akan berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat (akses pangan), yang dapat berdampak terhadap situasidan kondisi ketahanan pangan rumah tangga dan individu,” ujarnya.

Mulai 2016, lanjut Joko, Pemprov Sumsel bersama Kementerian Pertanian melakukan terobosan untuk solusi permanen dalam rangka stabilisasi harga pangan melalui penumbuhan TTI dengan tujuan, menyerap produk pertanian, memperpendek rantai distribusi pemasaran dan memberikan kemudahan akses pangan konsumen atau masyarakat.

Pada 2016, merupakan tahap awal penumbuhan TTI sebagai pilot project dengan sasaran 16 Gapoktan dan 32 TTI di 7 Kabupaten, yaitu OKU Timur, Lahat, OKI, Banyuasin, Musi Banyuasi, Ogan Ilir dan Musirawas.

“Diharapkan agar TTIC dilakukan secara berkelanjutan serta bersinergi dengan kegiatan operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog dalam kegiatan pasar murah,” harapnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel Taufik Gunawan mengatakan, pihaknya mengakomodir pengiriman beras ini dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di Sumsel, seperti, Kabupaten Banyuasin, OI, OKI, OKU Timur, Mura, Lubuklinggau dan Lahat.

Menurut dia, beras Gapoktan tersebut dibeli dari petani seharga Rp7.500 per kilogram dan dijual ke masyarakat sebesar Rp7.700 per kilogram. Sedangkan beras yang dijual ke TTI DKI Jakarta senilai Rp8.000 per kiligram.

“Beras Gapoktan dibeli dengan harga Rp7.500 perkilo dan ongkos kirim sampai ke Jakarta disubsidi pemerintah,” kata Taufik.

Dijelaskannya, dengan adanya pemasaran beras dari Gapoktan selaku produsen langsung ke pasar tingkat kosumen di ibu kota negara untuk membantu penstabilan harga, produsen dapat menikmati harga layak dan konsumen membeli dengan harga yang lebih murah.

“Kita memang hanya mengirim beras, mengingat Sumsel surplus beras. Kalau untuk pengiriman beras ini sudah ini sudah tahun kedua, namun di tahun pertama hanya dikirimkan di Palembang dan sekitarnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain melepas pengiriman perdana beras Gapoktan ini, pihaknya juga meluncurkan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) yang berada di halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel.

“Jadi di toko ini juga masyarakat dapat membeli beras dengan harga terjangkau. Selain beras di toko ini menjual juga sembako lainnya, seperti bawang, cabai, gula, minyak dan lain sebagainya. Toko ini buka Senin-Jumat dari pukul 7.30 hingga pukul 16.00,” tandasnya. (ery)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts