Indralaya, Sumselupdate.com – Dalam rangka sosialisasi dan pembinaan 10 program pokok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sekaligus verifikasi penilaian lomba PKK tingkat provinsi 2019, Tim Penggerak PKK Sumsel gencar melakukan lawatan ke 17 kabupaten/kota se-Sumsel.
Kali ini Kabupaten Ogan Ilir yang berkesempatan mendapat kunjungan kerja dari TP PKK Sumsel yang dipimpin Wakil Ketua TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya, di Desa Tebedak 1, Kecamatan Payaraman, Kamis (14/11/2019).
Selain memberikan pembinaan terkait 10 Program Pokok PKK dan penilaian lomba 10 Program PKK, dalam setiap kunjungan, TP PKK Sumsel berkerjasama dengan Badan Narkotika Nasional mensosialisasikan tentang bahaya narkoba kepada masyrakat.
Fauziah Mawardi Yahya menuturkan, TP PKK Sumsel bersama BNN memang lagi gencar-gencarnya mensosialisasikan bahaya narkoba ke tiap-tiap daerah yang dikunjungi, mengingat saat ini pengguna Narkoba di Indonesia meningkat bahkan korbanya tidak saja mengintai orang dewasa namun anak-anak juga menjadi sasaran pengedar narkoba.
“Sudah 16 kabupaten/kota yang kami kunjungi untuk mensosialisasikan bahaya dan dampak dari penggunaan narkoba, sosialisasi bahaya narkotika saat ini dan ke depan menjadi tugas seluruh elemen, baik orang tua, guru, keluarga terdekat dan sesama teman dalam menghindari dan meminimalisir masuknya bahaya barang mematikan ini,” katanya.
Dalam kesempatan ini pula Fauziah menguraikan secara rinci 10 program PKK yang terbagi di tiga kelompok kerja, antara lain pokja 1 memprioritaskan program Rumah Cinta melalui komponen TPA, BKB, PAUD, Taman Pendidikan Remaja, Pojok Konseling, Perpustakaan, dan banyak lagi.
“Menciptakan kegiatan kreatif bagi remaja, serta upaya perlindungan anak dan remaja dari pengaruh lingkungan social, dampak teknologi maju. Kemudian berperan aktif pada program pencegahan stunting, melalui penyuluhan kepada anak dan remaja,” tuturnya.
Sementara untuk pokja II menggiatkan, Mengaktifkan usaha ekonomi kreatif dengan menjadi fasilitator pelaku industri kecil, kelompok UP2K PKK, dan kelompok-kelompok Wanita Tani. Serta berperan aktif pada program pencegahan stunting melalui program PAUD, kelompok BKB.
Sedangkan untuk Pokja III , Ia menambahkan Memasyarakatkan dan meningkatkan kualitas pangan dengan pedoman B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) melalui Hatinya PKK.
“Tetap melaksanakan progarm tes IVA, mengingat pentingnya menghindarkan dan menyelamatkan para ibu dari penyakit yang berbahaya, serta melaporkannya ke Provinsi secara berkala ,” pungkasnya. (rel)











