Pisau Tradisional OKU Kalah Bersaing dengan Pisau Daerah Lain

Jumat, 27 Juli 2018

Baturaja, Sumselupdate.com – Penjual berbagai macam senjata tajam tradisional dan modern khas OKU mulai dari jenis parang, golok, pisau hingga pedang, di OKU jarang ditemui saat ini.

Para penjual mengaku pisau OKU berupa badek dan lainya sulit didapat. Lain halnya pisau tradisional daerah lain yang bukan senjata tajam biasa. Selain bahannya dari besi super bentuknya unik dan menarik. Bahkan gagang dan sarungnya diukir unik, ada juga gagang senjata tajam itu terbuat dari tanduk rusa. Bahkan ada sarung dan gagang berbahan dari kulit, kayu diukir menyerupai naga berkaki empat.

Arip, penjual senjata tajam di OKU mengaku barang yang dijualnya kebanyakan dari luar Kota Baturaja. Misalnya seperti dari Bengkulu dan pulau Jawa.

“Di Baturaja, banyak pembuat senjata tajam. Namun untuk pembuatan sarung dan gagang masih kurang. Senjata tajam dijual ini selain untuk hiasan, juga bisa digunakan (untuk memotong-red). Bahan besi yang super, membuat senjatanya jadi tajam. Bahkan bisa digunakan untuk memotong sapi,” jelasnya saat dibincangi wartawan.

Untuk harga jual sendiri, kata dia, bervariasi. Mulai dari Rp 85 ribu per satunya sampai Rp 1,5 juta. Tergantung dengan jenis, bahan dan seni sarung dan gagang senjata.

“Barang ini kita ambil dari luar kota Baturaja. Dua hari ini lumayan. Pengunjung dan pembeli berimbang. Biasanya mulai ramai pada sore hari,” ungkapnya. Arip mengaku, untuk menempati stan di Pameran TTG ini ia mengeluarkan biaya Rp 500 ribu selama pameran berlangsung.

“Sebenernya banyak yang cari, tapi itu tadi kita susah cari pembuatnya,” katanya.

Adi, warga Baturaja, terlihat khusyuk melihat dan memilih senjata yang dipajang. Matanya langsung tersorot ke satu senjata jenis pisau berukuran besar. Saat dikeluarkanya dari sarung, senjata itu terlihat putih mengkilau. Saat memegang mata pisau terasa tajam.

Adi langsung tertarik dengan senjata yang dipegangnya itu. Tanpa ragu, senjata yang semula dibandrol dengan harga Rp 500 ribu itu, langsung ia tawar Rp 400 ribu.

“Modelnya simpel. Ukuranya pas. Bahannya juga bagus. Saya beli pisau ini untuk menyembelih hewan sapi. Selain itu saya juga koleksi,” ceritanya. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts