Baturaja, Sumselupdate.com – Hasil panen buah duku di beberapa desa penghasil buah duku di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada tahun ini tak begitu memuaskan petani di wilayah ini.
Faktanya, diakui para petani yang menjadi sentra buah duku unggul seperti desa Kepayang, Kedondong di Kecamatan Peninjauan.
Selain hasilnya menurun setiap tahunnya, harganya pun relatif murah.
“Kalau hasilnya sangat sedikit ini kami alami hampir setiap tahun ,”ungkap Rudi (45) warga Desa Kedondong Kecamatan Peninjauan OKU, Minggu (22/1/2017).
Rudi mengakui, jika harga duku sendiri hanya berkisar Rp150 ribu per peti (kotak duku –red). Ini pun harganya semakin hari semakin turun.
Padahal permintaan meningkat hal ini juga membuat para petani enggan menjualnya sambil menunggu harganya naik lagi.
“Jadi kalau dihitung per kgnya hanya 15 ribu saja,” ungkapnya.
Lebih jauh dikatakannya, menurunnya hasil panen buah duku memang sangat dirasakan , padahal biasanya satu pohon buah duku bisa menghasilkan 40 peti, namun saat ini hanya menghasilkan 15 peti saja.
“Banyak juga pohon duku yang mati akibat hama,” terangnya.
Sementara itu Yum, salah satu tengkulak duku mengakui, walau buah duku tidak banyak, namun harganya memang jatuh.
Hal ini disebabkan banyak faktor salah satunya banyak petani yang memanen duku belum pada saatnya sehingga mengurangi harga jualnya.
“Kemarin-kemarin memang harganya melonjak inilah membuat petani langsung panen padahal dukunya belum manis,” katanya.
Buah duku ini sendiri dijualnya ke berbagai kota di pulau Jawa , seperti Surabaya, Jakarta dll.
“Selain itu juga ada beberapa pengepul menjualnya di dalam kota Baturaja, tapi lebih banyak dijual ke kota lain,” pungkasnya. (yan)











