PALI, Sumselupdate.com – PT Pertamina EP Field Pendopo yang merupakan bagian dari PT Pertamina EP Asset 2 sekaligus kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas berhasil membukukan pencapaian produksi migas di atas 100 persen hingga triwulan III tahun 2018. Pencapaian ini diraih dengan salah satunya menciptakan inovasi pergantian supply gas fuel engine sumur artificiality di area SP 1 Jirak.
Munir Yunus, Field Manager PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo menjelaskan, fuel supply di Jirak pada awalnya dari gas supply SKG 18 Benuang, diubah menjadi sumur-sumur Jirak itu sendiri. “Sehingga sekarang area SP1 Jirak sudah tidak bergantung dari SKG 18 Benuang,” terang Munir Yunus, Minggu (28/10/2018).
Dengan inovasi yang sudah dilakukan sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu, Lanjut Munir Yunus bahwa produksi dari SP1 Jirak bisa dipertahankan kurang lebih sebesar 110 bopd tanpa adanya Loss Production akibat supply gas yang kurang dari SKG 18 Benuang.
“Salah satu inovasi baru yang saat ini tengah diimplementasikan oleh pekerja kami adalah Perubahan supply gas di SP 1 Jirak dengan memanfaatkan gas flaring untuk supply gas fuel engine artificiality sumur-sumur minyak di Jirak Pendopo Field,” ungkap Munir Yunus.
Dirinya menjelaskan, PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field berkomitmen untuk mencapai maksimal target minyak dan gas yang sudah di tentukan oleh BOD dan SKK Migas, yaitu dengan menggalakkan improvement dan menjaga keandalan fasilitas produksi minyak dan gas adalah menjadi salah satu perhatian utama yang terus ditingkatkan.
“Salah satu bentuk komitmen Perusahaan, PEP Pendopo Field telah membentuk tim Inovatif untuk melakukan improvement di bidang fasilitas produksi migas dengan nama tim PC-Prove Gasdor. Tim ini diketuai oleh Hafis Syafrudin Anshari (Production Senior Spv) yang berasal dari Fungsi Production Operation di bawah pimpinan Fungsi Production Assistant Manager Fajri Abdurrakhmansyah,” sambungnya.
Dirinya juga mengatakan bahwa PC-Prove Gasdor telah melakukan inovasi berupa perubahan gas suppy fuel ke Area SP1 Jirak dan melakukan pemasangan Well Head Compressor agar kiriman gas bisa sampai ke sumur-sumur yang relatif jauh jaraknya.
“Dengan berhasil nya improvement ini maka sekarang area SP 1 Jirak tidak lagi bergantung dari kiriman gas SKG 18 Benuang. Dan Loss Production akibat supply gas kurang bisa dihindari. Proses modifikasi ini memakan waktu kurang lebih empat bulan yang meliputi desain, engineering, pengadaan material, konstruksi, inspeksi, dan tes operasi,” bebernya.
“Ini adalah salah bukti bukti komitmen dan inovasi kami pekerja PT Pertamina EP Pendopo Field dalam menjaga ketahanan produkski energi Nasional,” tegas Munir Yunus.
Dirinya berjanji Pertamina EP Pendopo Field akan terus mengembangkan inovasi ini yang sudah dilakukan sejak Agustus 2017 silam dan juga optimis bahwa inovasi ini akan memberikan kontribusi pada ajang inovasi hulu migas di tingkat nasional. (adj)











