Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak 884 personel Polda Sumsel dikerahkan untuk mengantisipasi jika aksi unjuk rasa menjelang atau di hari pelantikan presiden Jokowi pada 20 Oktober mendatang.
Sudah dua hari terakhir ini, personel Polda Sumsel terlihat melakukan simulasi pengamanan dengan menerjunkan Polisi bersurban putih atau polisi Asmaul Husna dan team negosiator yang berada dibarisan terdepan untuk menghalau massa.
Lalu dibarisan belakangnya ada barisan polisi pemukul bergantian kelini kedepan untuk memberikan pengamanan. Sebelum beraksi mereka memberikan peringatan masa aksi untuk mundur atau membubarkan barisan dan dilini terakhir pengerahan polisi satwa atau K9.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri mengatakan, pengamanan atau antisipasi di Kota Palembang sudah mulai dilakukan hari ini sampai 20 Oktober yang difokuskan tiga titik, di DPRD, Kantor Gubernur dan di Bandara SMB II.
“Hari ini saya bersama Pangdam II Sriwijaya dan Gubernur melakukan pengecekan persiapan personel untuk pengamanan pelantikan presiden. Sampai hari ini saya berterima kasih kepada masyatakat kota Sumsel tidak ada yang turun kejalan guna menyukseskan pelantikan ini. Dan ada 884 personil yang kita kerahkan,” ujarnya.
Lanjutnya, Polri tidak melarang masyarakat yang akan melakukan aksi unjuk rasa terkaitan kegiatan masyarakat baik hari ini maupun yang akan datang. “Kita tidak melarang asal dilakukan dengan tertib tidak anarkis. Kalau dilihat sampai hari ini alhamduliah tidak ada aksi kegiatan masyarakat yang turun kejalan,” tandasnya. (tra)











