Peringatan Keras Untuk Pelaku Begal, Dalam Sehari Dua Pelaku Dibekuk Tim Tekab Polresta Palembang

Kamis, 27 Juni 2019

Palembang, Sumselupdate.com – Upaya mempersempit ruang gerak bandit jalanan masih terus dilakukan Jajaran Reskrim Polresta Palembang.

Terbukti hanya dalam satu hari saja, dua pelaku begal yang kerap beraksi di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan dilumpuhkan Tim Tekab 134 Polresta dengan butiran timah panas, Kamis (27/6/2019).

Read More

Sandi Arifin (24) diringkus saat sedang berada di rumah. Warga Jalan Pengeran Ratu Perumahan Amin Mulya, Blok E, Kelurahan 15 Ulu, Palembang  ini sudah merampok pelajar bernama M Taqwin (15), warga Jalan Andalas Prabumulih saat hendak pulang,

Korban ditodong dengan senjata tajam usai menonton pertandingan sepakbola tepatnya di atas Jembatan dekat kantor Kejati Sumsel pada Minggu (23/6). Tersangka bersama dua temannya merampas handphone merek Vivo Y71 sembari mengancam akan menusuk.

Sebelumnya, Muhammad Yusuf (26) juga diamankan Tim Tekab 134 Polresta Palembang karena ‘membegal’ korban Nursidik (17) yang sedang duduk bersama temannya, di atas Jembatan Ampera, Selasa (18/6/2019).

“Ini langkah keras kami menekan angka kejahatan. Namun, kami tetap harus mengimbangi, dengan adanya laporan masuk. Dilihat dari modus masing-masing tersangka, terdapat banyak laporan korban yang masuk ke SPKT Polresta. Namun, kami tidak semata-mata menuding mereka pelakunya, karena kami juga perlu pembuktian, dengan keterangan saksi-saksi atau bukti yang mendukung,” ujar Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, SIk, SH, MH didampingi Kasi Humas, Iptu Tohirin SH.

Dari kedua tersangka ini, turut diamankan dua unit sepeda motor, satu pisau dan satu unit handphone. “Barang bukti ini digunakan mereka saat beraksi. Kini kita masih kembangkan terus kasusnya,” tambah Yon.

Sementara tersangka Sandi mengaku, menjalankan aksinya dibantu dua temannya Rial (DPO) dan Padli (DPO).

“Tugas saya merampas handphone korban, sedangkan Rial mengajak korban dan tugas Padli mukul korban. Setelah mendapat handphone, Padli yang menjualnya. Saya kebagian uang Rp60 ribu dan kini uangnya sudah habis untuk beli rokok dan jajan,” ungkapnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts