Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Ar-Rahmah Tanjung Barangan Berlangsung Semarak

Kesenian hadrah menyemarakkan acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Ar-Rahmah Jalan Tanjung Barangan, RT 04, RW 03, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Sumsel, Minggu (14/3/2021).

Laporan: Edwar Heryadi

Palembang, Sumselupdate.com – Acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Ar-Rahmah Jalan Tanjung Barangan, RT 04, RW 03, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), berlangsung semarak.

Bacaan Lainnya

Masyarakat berbondong-bondong memenuhi ruangan hingga teras Masjid Ar Rahmah guna memperingati hari besar ummat muslim yang mulai digelar usai didirikannya shalat Isya secara berjamaah, Minggu (14/3/2021).

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dimulai alunan merdu dari kesenian hadrah. Kesenian dalam bentuk nyanyian yang bernafaskan Islam disertai dengan alunan rebana itu, dibawakan secara apik oleh remaja masjid yang tergabung dalam Irma.

Sebelum memasuki acara inti, Sigit Haryo Judanto membacakan ayat suci Alquran. Kemudian sari tilawah dibawakan oleh remaja masjid bernama Annisa Miftahul Jannah.

Suasana peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Ar-Rahmah Jalan Tanjung Barangan, RT 04, RW 03, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Sumsel, Minggu (14/3/2021).

Namun yang membedakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dari tahun sebelumnya. Selain dihadiri banyak masyarakat, seluruh jamaah disuguhi makan malam nasi minyak khas Palembang secara prasmanan.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Kegiatan, Sutriyo, SH, MH mengatakan, peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sangat bermakna terutama untuk jamaah masjid dan warga RT 04.

Sutriyo mengatakan, Isra Mi’raj merupakan peristiwa besar dan mukzijat terbesar nabi Muhammad SAW terkait perintah Allah SWT untuk melaksanakan shalat wajib lima waktu sehari-semalam bagi umat Islam.

Pada kesempatan itu, Sutriyo mengemukakan saat ini Masjid Ar Rahmah tengah melakukan pelebaran bangunan karena jumlah jamaah semakin membludak.

Sehingga dia berharap ke depan peringatan hari besar Agama Islam akan diadakan semeriah dan senyaman mungkin.

Sebagian pengurus Masjid Ar Rahmah dan panitia pelaksana berfoto bersama usai kegiatan acara.

Sementara itu, Ustad Abdul Kholik, SAg, SPDi dalam tausyiahnya menjelaskan jika Isra Mi’raj merupakan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW menuju langit ketujuh untuk menerima perintah shalat dari Allah SWT.

Menurut Abdul Kholik, kisah tersebut terjadi pada suatu malam pada tanggal 27 Rajab.

Dikatakannya, Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem.

Sedangkan Miraj merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah Allah SWT menjalankan shalat lima waktu dalam sehari semalam.

Ustad Abdul Kholik mengajak jamaah untuk mengucapkan rasa syukur karena Allah SWT memberikan perintah mendirikan hanya shalat lima waktu bukan shalat 50 waktu.

Abdul Kholik mengatakan semula Allah SWT memberikan perintah kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya untuk mendirikan shalat 50 kali dalam sehari.

Namun saat mengunjungi langit tertinggi, Rasulullah kembali. Ketika sampai di tempat Nabi Musa, beliau ditanya, Apa yang telah diwajibkan Rabbmu atas umatmu? Rasulullah pun menjawab pertanyaan tersebut, lalu Musa meminta Rasulullah untuk menghadap Allah dan meminta keringanan.

Rasulullah pun menuruti saran tersebut dan meminta keringanan. Permintaan Rasulullah didengar hingga kewajiban shalat menjadi lima kali sehari.

Pada tausyiahnya, Ustad Abdul Kholik mengingatkan kepada para jamaah untuk berlomba-lomba menginvestasikan harta untuk pembangunan masjid yang tengah dijalankan Masjid Ar Rahmah.

Menurutnya, dengan investasi akherat maka selama masjid itu digunakan untuk kegiatan keagamaan maka pahalanya akan terus mengalir.

Sebagian pengurus Masjid Ar Rahmah dan panitia pelaksana berfoto bersama usai kegiatan acara.

Di ujung ceramahnya, Ustad Abdul Kholik mengatakan, salah satu inti dari peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW meningkatkan keimanan dan ketaqwaan ummat muslim kepada Allah SWT.

Nah, kaitan dengan hal tersebut, menurut Ustad Abdul Kholik ada lima ciri orang yang bertaqwa.

Kelima ciri itu adalah bersegera dan banyak-banyak memohon ampun kepada Allah SWT, bersedekah baik di saat waktu lapang maupun sempit, dapat menahan amarah, saling maaf dan memaafkan, dan selalu berbuat baik kepada sesama. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.