Peras Sebarkan Video Tak Senonoh, Agus Divonis 4,5 Tahun Bui

M Agus Nuch alias Agus (38), akhirnya dihukum majelis hakim PN Palembang dengan pidana penjara selama 4,5 tahun.

Palembang, Sumselupdate.com – Ancam sebarkan video tidak senonoh kepada korban, M Agus Nuch alias Agus (38), akhirnya dihukum majelis hakim PN Palembang dengan pidana penjara selama 4,5 tahun.

Dalam petikan amar putusan yang dibacakan majelis hakim diketuai Hotnar Simarmata, Senin (10/5/2021) menyatakan bahwa, terdakwa Agus Warga Kompleks Kebun Bunga Kencana, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarame, terbukti secara sah melanggar Pasal 368 ayat (1) KUHP tentang pemerasan dan pencemaran nama baik.

Bacaan Lainnya

“Mengadili dan menjatuhkan pidana penjara oleh karenanya kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan,” tegas Hotnar.

Putusan (vonis) yang dijatuhkan tersebut sedikit lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Nenny Karmila SH, dimana pada persidangan sebelumnya menuntut terdakwa pidana penjara selama 5 tahun.

Sementara itu, atas pembelaan (pledoi) yang disampaikan oleh terdakwa melalui penasihat hukumnya Ahmad Rizal, yang meminta agar terdakwa dapat dibebaskan dari jerat hukum dinyatakan tidak diterima oleh majelis hakim.

Ditemui usai persidangan yang digelar secara virtual, Ahmad Rizal mengaku sangat berkeberatan dengan vonis yang dinilai terlalu tinggi untuk terdakwa, maka dari itu dirinya menyatakan pikir-pikir dalam waktu tujuh hari menentukan sikap terima atau banding.

“Kita akan berkoodinasi dulu dengan terdakwa untuk upaya hukum selanjutnya apakah akan banding atau kita terima,” kata Rizal

Dari fakta persidangan diketahui, perkaranya berawal dari terdakwa berkenalan dengan korban berinisil MS seorang pegawai negeri, melalui aplikasi Whatsapp, hingga pada tanggal 31 Juni 2020, menerima ancaman, dengan modus akan menebar gambar tidak senonoh korban, bila korban tidak memberi terdakwa uang Rp100 juta.

Korban sempat menawar Rp25 juta saja, tapi ditolak terdakwa. Akhirnya korban mentransfer uang dengan bertahap tiga kali, pertama 13 Juli 2020 dua kali Rp25 juta dan Rp25juta. Kemudian tanggal 14 Juli 2020, Rp50 juta.

Setelah itu terdakwa berjanji, tidak akan menganggu, dan menghapus foto-foto tidak senonoh saksi korban MS.

Tapi nyatanya sebulan kemudian, terdakwa Agus meminta lagi uang Rp200 juta dengan korban MS, dengan alasan akan pindah ke kalimantan dan untuk modal usaha.

Saksi korban pun meresa diperas balik melapor ke pihak yang berwajib. Korban juga sering di SMS dan Whatsapp dengan nomor berbeda. Kendati demikian terdakwa tidak menyangkal telah menerima uang Rp100 juta, tetapi membantah meminta uang lagi Rp200 juta setelah itu. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.