Peragakan 15 Adegan Pembunuhan, Indra & Irham Habisi Nyawa Nico Diadegan ke 13

Rabu, 15 Mei 2019
Tersangka Indra Setiawan memperagakan aksi penusukan terhadap korban.

Palembang, Sumselupdate.com – Kasus pembunuhan yang mengakibatkan tewasnya Nico Pratama pada 12 April lalu direkonstruksi oleh jajaran Polsek Ilir Timur I Palembang, Rabu (15/5/2019).

Rekonstruksi diperankan langsung oleh tersangka Indra Setiawan (34) di tempat kejadian Jalan Letnan Hadin, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan IT I Palembang. Sedangkan peran rekan tersangka, yakni Irham Januari digantikan oleh anggota karena hingga kini masih berstatus buronan.

Read More

Reka ulang kejadian pembunuhan itu digelar sebanyak 15 adegan, terlihat kejadian berawal saat korban datang ke kos Afni dengan mengendarai sepeda motor. Saat itu pelaku sedang bermain gitar bersama teman nya di depan pagar kos tersebut.

Korban yang datang langsung menuju lantai dua untuk menumui seorang wanita, namun tak lama kemudian terdengar suara letusan tembakan. Saat pelaku mencari sumber suara, secara bersamaan korban keluar dan tak sengaja menabrak pelaku, sehingga terjadilah keributan.

Lalu korban dikeroyok kedua pelaku dengan memukulkan gitar ke kepala korban. Kemudian pelaku Indra mengeluarkan pisau dan menusuk bagian dada serta kepala korban, hingga Nico meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kapolsek IT I Palembang Kompol Edi Rahmat Mulyana didampingi Kanit Reskrim Ipda Jhony Palapa mengatakan, rekontruksi dilakukan untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke jaksa dan untuk mengetahui bagaimana pelaku menghabisi korban.

“Rekontruksi juga dilakukan langsung di lokasi kejadian biar kita tahu bagaimana pelaku menghabis korban nya,” katanya usai rekonstruksi.

Dari jalannya rekonstruksi, terlihat pada adegan 13 korban dihabisi dengan cara ditusuk di bagian dada dan kepala secara berulang kali oleh pelaku Indra, sedangkan pelaku Irhma memukul kepala korban menggunakan gitar hingga korban meninggal dunia.

“Motif pelaku pembunuhan ini dilatarbelakangi pelaku menaruh dendam yang cukup lama dengan korban. Secara kebutulan mereka bertemu lalu korban dihabisi pelaku. Pelaku juga memiliki senjata api rakitan. Karena sebelum perkelahian terdengar suara tembak di lokasi kejadian,” pungkasnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts