Pagaralam, Sumselupdate.com – Penumpang bus yang pingsan dan videonya diposting di akun facebook resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan yang sempat menghebohkan warganet, akhirnya meninggal dunia dinihari tadi.
Juru bicara Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam, Samsul Bahri Burlian kepada Sumselupdate.com, Minggu (19/4/2020), mengatakan, penumpang bus itu dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 02.15 WIB di RSUD Besemah Pagaralam.
Penumpang bus berjenis kelamin laki-kali itu mengembuskan nafas terakhir saat hendak dibawa pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumsel.
Samsul menyebutkan bahwa pasien tersebut meninggal dunia karena penyakit stroke dan dari hasil rapid test dinyatakan negatif virus Corona atau Covid-19.
“Pasien yang masuk hari Sabtu tanggal 18 April 2020 pukul 17.00 dan pada Jam 02.15.dini hari tadi meninggal dunia. Hasil rapid test negatif. Pasien itu meninggal dunia akibat stroke hemorragik serta dimakamkan secara umum. Terima kasih,” jelas Samsul kepada Sumselupdate.com, siang ini.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan seorang penumpang bus dari Kota Palembang menuju Empat Lawang, mendadak berhenti di posko Gugus Tugas Covid-19 di Simpang Mbacang, Kota Pagaralam kemarin sore.
Pasalnya, salah seorang penumpang bus itu tiba-tiba pingsan dengan gejala yang hampir mirip orang yang terinfeksi virus Corona atau Covid-19.
Di mana sebelum pingsan, penumpang bus itu kejang-kejang disertai batuk dan mengeluarkan air liur yang tidak lazim.
Tak pelak, rekaman video yang diposting di akun facebook resmi BPBD Kota Pagaralam, membuat jagat dunia maya di Kota Pagaralam geger.
Dalam rekaman video tersebut penumpang bus itu langsung mendapatkan pertolongan dari petugas yang siaga di Posko Gugus Tugas Covid-19.
Kemudian penumpang bus itu langsung dibawa ke dalam mobil ambulance menuju Rumah Sakit Daerah (RSUD) Besemah kota Pagaralam.
Terkait video viral tersebut, dibenarkan Juru Bicara Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kota Pagaralam, Syamsul Bahri Burlian.
Menurut Syamsul, hasil diagnosa dugaan sementara penumpang bus tersebut bukan terinfeksi virus Corona namun menderita stroke.
Kendati demikian, kata Syamsul, pasien tersebut tetap dianggap sebagai orang dalam pemantauan (ODP) virus Corona (Covid-19), mengingat dia baru saja tiba dari Palembang.
Sebagaimana diketahui Palembang masih Zona Merah Covid-19 lantaran jumlah pasien positif Corona sudah mencapai 54 orang dengan tranmisi nyaris lokal semua.
Syamsul mengatakan, meski penumpang bus itu masuk kategori ODP stroke, petugas yang mengevakuasi pada saat kejadian tidak akan diisolasi walaupun tidak memakai alat pelindung diri (APD).
“Tidak dibebastugaskan (isolasi petugas –red) dikarenakan penumpang bus tersebut didiagnosa stroke dan karena dari Palembang diklasifikasikan orang dalam pemantauan yang belum berstatus Pasien dalam pengawasan (PDP). Tapi memang orang yang sakit tersebut harus mengisolasi diri selama 14 hari,” jelasnya. (ric)
Daftar Kasus Positif Virus Corona di Sumsel
[jtrt_tables id=”392937″]











