Palembang, Sumselupdate.com – Sejak beberapa tahun ini, alur pelayaran Sungai Musi terus mengalami pendangkalan. Untuk itu, DPRD Sumsel pun telah mengusulkan agar dilakukan pengerukan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Kita sudah kunjungi Kemenhub beberapa waktu lalu. Kemenhub pun mengungkapkan bahwa sedang melakukan kajiannya. Kita minta hasil kajiannya dan kesimpulan mereka. Kita ketemu lagi tapi sampai sekarang belum ada,” kata anggota DPRD Sumsel, Syamsul Bahri saat ditemui di Gedung DPRD Sumsel, Selasa (16/3).
Menurut Syamsul, usulan pengerukan alur Sungai Musi yang diusulkan oleh DPRD Sumsel mendapat respon dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
“Menteri Perhubungan sangat merespon dan mendukung usulan pengerukan alur Sungai Musi. Nanti kita lihat di lapangan karena jalur sungai Musi ini sangat vital dimana menjadi jalur bagi kapal Pertamina, Pusri maupun batubara,” kata politisi Partai Nasdem ini.
Sebelumnya, beberapa waktu lalu Komisi IV DPRD Sumsel melakukan kunjungan kerja ke Kementrian Perhubungan dan PT Waskita Karya di Jakarta mencari solusi tentang pendangkalan alur Sungai Musi dan tanggungjawbab perbaikan jalan sepanjang lintasan Light Rail Transit (LRT).
Di Kementrian Perhubungan RI, Komisi IV DPRD Sumsel bersama Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati diterima dengan protokol kesehatan (Protokes) dan sudah menyampaikan permasalahan pendangkalan alur Sungai Musi.
“Diberikan dua opsi, katakanlah opsi pertama yaitu pembiayaan dari APBN, opsi kedua yaitu Konsorsium pemerintah dengan swasta. Kita pada prinsipnya opsi ini kita berharap secepatnya ada wujud kongkrit yang sudah barang tentu opsi-opsi yang di tawarkan tersebut jangan sampai opsi yang menyalahi aturan,” kata Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumsel MF Ridho .
Sedangkan opsi terdekat untuk melakukan pengerukan Sungai Musi menurutnya, dengan konsorsium pemerintah dengan swasta ditambah koordinasi dengan Kementrian Perhubungan dan Kementrian PU untuk merencanakan penganggaran Sungai Musi.
Semuanya nantinya akan di fasilitasi oleh Kementrian Perhubungan untuk membentuk konsorsium ini.
“Karena ada lima titik alur Sungai Musi yang mengalami pendangkalan bukannya sepanjang Tanjung Buyut sampai Gandus 100 Km harus di keruk semua, enggak, tapi ada spot-spot yang krusial , alur pelayaran untuk lewat kapal Pertamina, untuk lewat kapal Pusri, untuk lewat kapal angkutan batubara, itu ada lima titik yang krusial pendangkalan, lima titik ini artinya , tidak menutup kemungkinan dapat di tanggulangi,” katanya. (bum)











