Pengembangan Aspal Karet di Muba, akan Gunakan Komposisi SKAT

Jumat, 16 Maret 2018

Sekayu, Sumselupdate.com – Perwakilan PT Jaya Trade Indonesia, Nurul dalam paparannya menjelaskan pengembangan aspal karet di Muba akan mengunakan komposisi SKAT (menggunakan 25 persen karet dan 75 persen ban bekas) karena mempunyai keunggulan persentase penyerapan volume karet alam lebih tinggi, memanfaatkan ban sebagai campuran dan mudah dalam penyimpanannya (hasilnya kering).

“Dibandingkan hotmix biasa, menggunakan SKAT ini dapat mengurangi tebal aspal dengan menghasilkan kualitas yang sama dan lebih hemat biaya”, jelas Nurul, saat memberikan paparan di Kantor Dinas Perkebunan, Jumat (16/3/2018).

Read More

Lanjutnya, sebagai contoh pihaknya telah menggunakan komposisi SKAT untuk hotmix di jalur Pantura Jawa Karawang km 88 sepanjang 500 meter pada tahun 2017 lalu dengan serapan karet alam sebesar 14,2 persen.

Kepala Dinas Perkebunan diwakili Kabid Sapras Dinas Perkebunan Muba Ir Tri Yulisman Eka Putra MM mengatakan paparan yang disampaikan PT Jaya Trade Indonesia untuk menjelaskan metode yang dilaksanakan.

“Setelah hari ini kita akan membentuk tim kecil untuk membahas secara detail rencana MoU. Kami menginginkan MoU nanti betul-betul berjalan tidak hanya dikertas saja,” ucapnya.

Ditambahkannya, banyak hal harus disiapkan secara matang mulai kesiapan petani, sarana dan prasarana serta infrastruktur. PT Jaya Trade Indonesia selaku pemegang mandat dari tim teknis aspal karet Kementerian Perindustrian RI. (est)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts