Canberra, Sumselupdate.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Penny Wong mengecam keputusan Israel yang mencabut visa perwakilan diplomatik Australia di Otoritas Palestina. Wong menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang ‘tidak dapat dibenarkan’”
Keputusan Israel itu diumumkan Menlu Israel Gideon Sa’ar melalui unggahan di platform X pada Senin (18/8/2025) malam.
Ia menyatakan telah membatalkan visa perwakilan diplomatik Australia untuk Otoritas Palestina serta menginstruksikan Kedutaan Besar Israel di Canberra agar lebih ketat memeriksa setiap permohonan visa resmi warga Australia untuk memasuki Israel.
Menanggapi hal itu, Wong pada Selasa (19/8) pagi menegaskan bahwa langkah Israel merupakan reaksi yang berlebihan atas keputusan Australia untuk mengakui Negara Palestina.
“Di saat dialog dan diplomasi lebih dibutuhkan daripada sebelumnya, pemerintahan Netanyahu justru mengisolasi Israel dan melemahkan upaya internasional menuju perdamaian dan solusi dua negara,” ujar Wong.
Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengumumkan pada awal Agustus bahwa Australia akan secara resmi mengakui Negara Palestina dalam sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang.
Selain itu, Sa’ar juga menyinggung keputusan pemerintah Australia yang menolak kedatangan politisi sayap kanan Israel, Simcha Rothman. Rothman dijadwalkan tiba di Australia pekan ini untuk melakukan tur pidato.
Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke menegaskan bahwa pemerintah mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang berusaha masuk ke Australia untuk menyebarkan perpecahan.
“Jika Anda datang ke Australia untuk menyebarkan pesan kebencian dan perpecahan, kami tidak menginginkan Anda di sini,” kata Burke.
Burke menambahkan, keputusan tersebut membuat Rothman dilarang memasuki Australia selama tiga tahun.
(**)











